Suhu Saat Ini

JAKARTA, iNews.id - Suhu planet Bumi saat ini rani di titik terpanas yang pernah terselip sejak 12.000 tahun terkebela= kang atau perihal kurun sirkulasi tamadun manusia. Menurut para berpendidikan, ulasan suhu permukaan selat menunjukkan pancaroba tempat yang didorong manusia lumayan mengadakan negeri di "wilayah yang belum dipetakan".Suhu bahang dikatakan Mulyono dimulai sejak 23 Maret lalu. "Bisa jadi puncak panas kemudian ini sekitar bulan-bulan September-Oktober. Kita akan mengalami suhu udara puncak suhu yang panas lagi. Saat ini sebetulnya setelah tanggal 23 Maret ini juga kita cenderung suhu udaranya menghangat atau lebih panas," ujarnya.Suhu semasa tontonan sunrise kurun waktu 7 derajat Celcius, sehingga para pengunjung betul arah baju tebal, hormat wol, hingga pengikat personel. Berbagai syarat guna membakakan momen ini pun tersaji di sana, seakan-akan smartphone, alat potret, hingga drone.. Perlahan tapi sah, andaikata matahari mulai memuncak, keanggunan Bromo mulai nampak.Mari bersiap menemui tanda. Periksa letak saat ini di Jakarta, Jakarta Raya, Indonesia hari ini, bersandar-kan prakiraan radar, per jam, dan baru.Terometer auditorium dapat mengukur suhu dalam tanda suatu saat. Skala hendak termometer ini yaitu berkat -50 °C gantung 50 °C. Termometer klinis Termometer klinis atau cepat disebut juga termometer demam. Banyak para dokter yang melaksanakan seperti termometer ini dalam mengukur suhu kaki tangan pasien. Pada udara segar, suhu anasir manusia 37 °C.

Suhu Jadetabek Terasa Panas, Ini Penjelasan BMKG

MeteoTrend: Cuaca di Blitar beri hari ini, besok dan minggu. Akurat dan rinci ramalan cuaca di Blitar. Suhu dan kelembaban stan, tekanan, kecepatan dan haluan topan, terhadap sama turun hujan, matahari melek, matahari turun. Blitar, Provinsi Jawa Timur, IndonesiaDengan fitur sebenarnya ini, Anda dapat memonitor kesehatan SSD, cadangan yang mempunyai, dan suhu saat ini. Ini bermakna Anda tidak terlazim menginstal perkakas lunak sisi ketiga beri mengamati kesehatan SSD tempat Windows 10 juga memperingatkan pengguna apabila SSD sama acap rusak atau kesehatannya menurun hingga persentase tertentu.Tanpa pemancaran hangat ini, suhu rata-rata di permukaan Bumi hendak menjejak −18 °C, aneh rumpang bersandar-kan suhu rata-rata saat ini (+15 °C), dan keaktifan udara adi tidak kepada bisa bertahan. Cuaca dan stanBerdasarkan pencatatan, suhu roman di Jogja saat ini mencapai 35,2 derjat celcius. Sementara itu, weather.com melanggengkan suhu cuaca Jogja saat ini sampai ke 37 derajat celcius. Setidaknya itulah yang diperoleh terhadap konsekuensi pencatatan Weather.com bagi aplikasi pencatatan suhunya tentang Senin (21/10/2019) siang ini.

Suhu Jadetabek Terasa Panas, Ini Penjelasan BMKG

Di Suhu 3 Derajat Celsius, Begini Indahnya Gunung Bromo

Sebuah inspeksi mengucapkan terlihat aliran udara suhu global akan ambung lebih tempat 1,5 derajat Celcius dalam lima tahun ke depan. Kenaikan ini lebih tinggi pada babak batas yang disetujui negara-negaraTernyata, suhu di Dieng merupakan yang terdingin di Indonesia saat ini. Dari anotasi Facebook warganet di laman akun Kompas.com hendak suhu di Dieng yang sampai ke -11 derajat celcius. Wartawan Kompas.com mencoba mencari pandai kebenarannya atas menghubungi Kepala Bidang Analisis Variabilitas Iklim BMKG Indra Gustari.Saat ini, kisaran temps CPU tampan persangkaan lebih kesalahan daripada sebelumnya.Penyebab besar kisaran suhu CPU yang lebih aib yaitu berkat teknologi yang lebih rumit yang menyelaraskan prosesor modern.. Kisaran suhu CPU yang meyakinkan saat bermain game langka pada produsen ke produsen dan berlandaskan cermin ke anutan.Suara.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menumpahkan bahwa suhu di semesta Indonesia bagian selatan saat ini lebih acuh tak acuh tentang biasanya berdasarkan fenomena musim kemarau.Kota Ruteng, Manggarai, NTT bak kota amat tebal telinga dalam sepekan kemarin.. Menurut butir-butir BMKG, demikian dilansir Antara, Jumat (31/7/2020), suhu terlampau noda tersimpan di Ruteng mengenai 29 Juli malam merupakan selang waktuHalodoc, Jakarta - Saat bangsa demam, orangtua lulus tentang mulai panik.Mereka sepertinya sama daim mengukur suhu warga kerabat. Melansir Kids Health, anak-anak selalu mengalami demam, dan ini juga tidak melulu tempat yang usang.. Demam kepada saudara terjadi dengan skedul kekebalan elemen saudara berlaga menaki aib.

Serba-serbi Sistem Pernapasan Manusia, Cari Tahu Fungsi

Bumi

Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian "Bumi" bersulih ke halaman ini. Untuk kegunaan heran, lihat Bumi (disambiguasi). Bumi Foto Bumi, diambil kalau NASAPenamaanNama substitusiTellus/Telluris atau Terra,[kritik 1] GaiaCiri-ciri orbitEpos J2000,0[anotasi 2]Aphelion152.098.232 km 1,01671388 sa[catatan 3]Perihelion147.098.290 km 0,98329134 sa[catatan 3]Sumbu semimayor149.598.261 km 1,00000261 sa[1]Eksentrisitas0,01671123[1]Periode orbit365,256363004 hari[2]1,000017421 tahunKecepatan orbit rata-rata29,78 km/s[3]107.200 km/jamAnomali rata-rata357,51716°[3]Inklinasi7,155° ke ekuator Matahari1,57869°[4] ke disiplin invariabelBujur node menaik348,73936°[3][anotasi 4]Argumen perihelion114,20783°[3][catatan 5]satelit yang diketahui1 alami (Bulan), 1.070 buatan (per 24 Oktober 2013)[5]Ciri-ciri awakJari-jari rata-rata6.371,0 km[6]Jari-jari khatulistiwa6.378,1 km[7][8]Jari-jari kutub6.356,8 km[9]Kepepatan0,0033528[10]Keliling40.075,017 km (khatulistiwa)[8]40.007,86 km (meridian)[11][12]Luas permukaan510.072.000 km2[13][14][komentar 6]

148.940.000 km2 daratan (29,2 %)

361.132.000 km2 teluk (70,8 %)Volume1,08321×1012 km3[3]Massa5,97219×1024 kg[15] 3,0×10-6 MatahariMassa bagai rata-rata5,515 g/cm3[3]Gravitasi permukaan9,780327 m/s2[16]0,99732 gKecepatan lepas11,186 km/s[3]Periode rotasi sideris0,99726968 d[17]23j 56m 4,100dKecepatan rotasi khatulistiwa1674,4 km/jam[18]Kemiringan sumbu23°26'21",4119[2]Albedo0,367 (Geometri)[3] 0,306 (Bond)[3]Suhu permukaan min. rata-rata maks. Kelvin 184 K[19] 288 K[20] 330 K[21] Celsius −89,2 °C 15 °C 56,7 °C AtmosferTekanan permukaan101,325 kPa (MSL)Komposisi per volume78,08% nitrogen (N2)[3] (masa kering) 20,95% oksigen (O2) 0,93% argon 0,039% karbon dioksida[22]Sekitar 1% cecair minuman (berjenisjenis asese kedudukan)

Bumi merupakan planet ketiga terhadap Matahari yang merupakan planet terpadat dan terbesar kelima karena delapan planet dalam Tata Surya. Bumi juga sama dengan planet terbesar berasaskan empat planet kebumian Tata Surya. Bumi sewaktu-waktu disebut berlandaskan rat atau Planet Biru.[23]

Bumi terbentuk renggang 4,54 miliar tahun yang lalu, dan kehidupan penyungguhan lahir di permukaannya benar-benar tidak kurun waktu 3,5 miliar tahun yang lalu.[24]Biosfer Bumi kemudian selaku perlahan mengubah udara dan posisi jasad hakikat lainnya, yang memungkinkan terjadinya perkembangbiakan organisme serta pembentukan teras ozon, yang bersama wadah magnet Bumi adang radiasi surya rawan dan meratifikasikan makhluk tampil mikroskopis oleh membiak tempat jernih suasana di daratan.[25]Sifat awak, memori geologi, dan orbit Bumi memungkinkan acara agih bisa terus bertahan.

Litosfer Bumi terurai bagaikan beberapa fragmen tersisih, atau lempeng tektonik, yang menanggung pergerakan di serata permukaan Bumi selama jutaan tahun. Lebih arah 70% permukaan Bumi ditutupi kasih air,[26] dan sisanya terdiri terhadap benua dan pulau-pulau yang berdiri aneka lautan dan tulang cecair lainnya yang bersumbangsih akan pembentukan hidrosfer. Kutub Bumi sekerat besarnya tertutup es; es denok di Antarktika dan es laut di pesanan es antitesis. Interior Bumi masih samad aktif, berdasarkan abstrak dalam terdiri atas minyak patra padat, padahal resume tersisih berupa fluida yang menjadikan tempat magnet, dan lapisan tebal yang relatif molek di adegan mantel.

Bumi berinteraksi cara gravitasi akan korban lainnya di ganjil dirgantara, malahan Matahari dan Bulan. Ketika mengelilingi Matahari dalam satu orbit, Bumi berderai-derai hendak sumbunya sebanyak 366,26 sungai kecil, yang melakukan 365,26 hari matahari atau Minggu esa tahun sideris.[anotasi 7] Perputaran Bumi buat sumbunya sedeng 23,4° berlandaskan serenjang pengetahuan orbit, yang mengarang oposisi musim di permukaan Bumi karena masa tunggal tahun tropis (365,24 hari matahari).[27] Bulan merupakan satu-satunya satelit bersahaja Bumi, yang mulai mengorbit Bumi tenggang 4,53 miliar tahun yang lalu. Interaksi gravitasi celah Bulan berkat Bumi merangsang terjadinya pasang perairan, menstabilkan kemiringan cakus, dan selaku beranjak memperlambat rotasi Bumi.

Bumi yakni kedudukan tinggal mengenai jutaan makhluk betul, termasuk manusia.[28] Sumber daya mineral Bumi dan produk-produk biosfer lainnya bersumbangsih dari pemasokan substansi daya kepada menunjuk mengucapkan populasi manusia global.[29] Wilayah Bumi yang dihuni manusia dikelompokkan seperti 200 habitat berdaulat, yang saling berinteraksi Ahad mau atas asing menyelami diplomasi, pelancongan, perdagangan, dan pelanggaran laskar.

Nama dan etimologi

Dalam aksen Inggris modern, kata benda earth dikembangkan berlandaskan kata titik berat Inggris Pertengahan erthe (dicatat bagi 1137), yang berpunca tentang kata aksen Inggris Kuno eorthe (sebelum 725), meskipun kata itu sendiri berpangkal arah kata Proto-Jermanik *erthō. Earth mempunyai kata saudara mau atas semua lagu kalimat Jermanik lainnya, termasuk aarde dalam titik berat Belanda, Erde dalam lagu kalimat Jerman, dan jord dalam lagu kalimat Swedia, Denmark, dan Norwegia.[30]Earth adalah pengajaran oleh dewi paganisme Jermanik (atau Jörð dalam mitologi Norse, asal demi dewa Thor).[31]

Dalam aksen Indonesia, kata daerah berpangkal berdasarkan titik berat Sanskerta bhumi, yang berfaedah jagat, dan kerap ditulis berlandaskan abc modal ("Bumi"), agih menggugut akan planet Bumi, sementara "bumi" tentang fonem mikro melewa bakal permukaan rat, atau jagat.[32]

Komposisi dan bentuk

Artikel besar: Ilmu Bumi Informasi lebih alot: Tabel karakteristik kerabat kerja Bumi

Bumi tergolong planet kebumian yang umumnya terdiri terhadap bebatuan, ternyata, raksasa ke-sempatan serupa Jupiter. Bumi merupakan planet terbesar berlandaskan empat planet kebumian lainnya menerima patokan dan konglomerat. Dari keempat planet tersebut, Bumi yakni planet arah kepadatan besar, gravitasi permukaan mulia, tempat magnet terkuat, dan rotasi tercepat,[33] dan diperkirakan juga yakni satu-satunya planet berlandaskan tektonik lempeng yang beroperasi.[34]

Bentuk Artikel julung: Bentuk Bumi Awan stratokumulus di atas Pasifik, dilihat berlandaskan orbit.

Bentuk Bumi mungkin menyerupai sferoid pepat, bola yang bentuknya tertekan pipih di sepanjang api-api demi lawan ke dikotomi sehingga jadi tonjolan di jauh khatulistiwa.[35] Tonjolan ini datang hasil rotasi Bumi, yang membuat diameter khatulistiwa 43 km (kilometer) lebih besar tempat diameter antagonisme ke kutub.[36] Karena bab ini, titik terjauh permukaan Bumi terhadap hakikat Bumi merupakan gunung vitalitas Chimborazo di Ekuador, yang rum-pang 6.384 kilometer atas asal Bumi, atau sekitar 2 kilometer lebih kurun waktu misal dibandingkan demi Gunung Everest.[37] Diameter rata-rata bulatan Bumi yaitu 12.742 km, atau rupa-rupanya seimbang dengan 40.000 km /π, berkat satuan meter akan awalnya dihitung model 1/10.000.000 sela dari khatulistiwa ke Kutub Utara menempuh Paris, Prancis.[38]

Topografi Bumi mengalami deviasi terhadap perihal sferoid niskala, meskipun dalam skala global deviasi ini tergolong kerdil: Bumi ada fase toleransi rumpang 584, atau 0,17% dengan sferoid sempurna, lebih kicik andai dibandingkan tempat ambang toleransi tentu bal biliar (0,22%).[39] Deviasi mulia dan terendah hendak permukaan Bumi ada di Gunung Everest (8.848 m di atas permukaan samudera) dan Palung Mariana (10.911 m di putar permukaan danau). Karena adanya tonjolan khatulistiwa, medan di permukaan Bumi yang berharta nian sela demi dasar Bumi merupakan kemunca Chimborazo di Ekuador dan Huascarán di Peru.[40][41][42]

Komposisi kimia kerak Bumi[43] Senyawa Rumus Komposisi Daratan Lautan Silika SiO2 60.2% 48.6% Alumina Al2O3 15.2% 16.5% Kapur CaO 5.5% 12.3% Magnesia MgO 3.1% 6.8% Besi(II) oksida FeO 3.8% 6.2% Sodium oksida Na2O 3.0% 2.6% Kalium oksida K2O 2.8% 0.4% Besi(III) oksida Fe2O3 2.5% 2.3% Air H2O 1.4% 1.1% Karbon dioksida CO2 1.2% 1.4% Titanium dioksida TiO2 0.7% 1.4% Fosforus pentoksida P2O5 0.2% 0.3% Total 99.6% 99.9% Komposisi kimiawi Lihat pula: Kelimpahan pihak kimia Bumi

Massa Bumi merupakan pu-rata 5,98×1024 kg. Komposisi Bumi setengah besarnya terdiri pada minyak mineral (32,1%), oksigen (30,1%), silikon (15,1%), magnesium (13,9%), petroleum (2,9%), bauksit (1,8%), kalsium (1,5%), dan aluminium (1,4%); sisanya terdiri sehubungan unsur-unsur lainnya (1,2%). Akibat pengucilan massa, episode inti Bumi diyakini angkut minyak mentah (88,8%), dan sejumlah kecil bentonit (5,8%), uranium (4,5%), dan eksentrik sehubungan 1% unsur-unsur lainnya.[44]

Ahli geokimia F. W. Clarke mereken lebih pada 47% kerak Bumi berisi oksigen. Konstituen batuan yang umumnya maujud mau atas kerak Bumi hampir semuanya yakni senyawa oksida; klorin, minyak tanah, dan fluor yaitu tiga pengecualian, dan bujet total rahim sisi ini dalam batuan biasanya ajaib tentang 1%. Oksida pertama yang terkandung dalam kerak Bumi sama dengan silika, alumina, pasir kuarsa oksida, kapur, magnesia, kalium, dan soda. Silika mau atas umumnya bergelora sebagai kecut, yang mencetak silikat, dan mineral nian biasa yang benar perihal batuan dingin yakni senyawa ini. Berdasarkan analisisnya berkat 1.672 lir batuan di kerak Bumi, Clarke menyimpulkan bahwa 99,22% kerak Bumi terdiri berasaskan 11 oksida (lihat tabel di mata angin kanan).[45]

Struktur dalam Artikel utama: Struktur Bumi

Interior Bumi, serupa halnya planet kebumian lainnya, dibagi sebagai sejumlah tikar memeluk baba fisika atau kimianya (reologi). Namun, tidak serupa planet kebumian lainnya, Bumi siap sari tersendiri dan rumusan dalam yang absurd. Lapisan terpencil Bumi cara kimiawi berupa kerak montok silikat yang diselimuti kepada mantel viskose denok. Kerak Bumi dipisahkan tentang mantel menurut diskontinuitas Mohorovičić, demi ketebalan kerak yang plural; ketebalan rata-ratanya ialah 6 km di balik lautan dan 30-50 km di bawah daratan. Kerak Bumi, serta putaran ka-gok dan tebal telinga di final mantel kepada, gaya kolektif dikenal berkat litosfer, dan sama pangkal inilah tektonika lempeng terjadi. Di bawah litosfer ada astenosfer, fondasi berkat belan viskositas yang relatif borok dan bak kejadian populer hendak litosfer. Perubahan penting komposisi balur di dalam mantel terjadi mau atas kedalaman 410 dan 660 km di putar permukaan Bumi, yang juga mencakup negara pertukaran yang menengahi mantel pada berasaskan mantel rujuk. Di rujuk mantel, wujud fluida rumusan aneh berasaskan viskositas yang benar-benar cema di atas abstrak dalam.[46] Inti dalam Bumi mengalami pergeseran bersandar-kan kecepatan tala yang telah lebih pertama andai dibandingkan tempat episode planet lainnya, pu-rata 0,1-0,5° per tahun.[47]

Lapisan geologi Bumi[48] Penampang Bumi dengan sari ke eksosfer. Kedalaman[49]km Lapisan anasir Kepadatang/cm3 0–60 Litosfer[kritik 8] — 0–35 Kerak[kritik 9] 2.2–2.9 35–60 Mantel pada 3.4–4.4   35–2890 Mantel 3.4–5.6 100–700 Astenosfer — 2890–5100 Inti pengembara 9.9–12.2 5100–6378 Inti dalam 12.8–13.1 Panas

Panas dalam Bumi bermula karena perumpamaan rumpang bahang endapan arah akresi planet (senggang jeda 20%) dan bahang yang dihasilkan menurut peluruhan radioaktif (80%).[50]Isotop penghasil hangat tinggi Bumi adalah kalium-40, uranium-238, uranium-235, dan torium-232.[51] Di jalur Bumi, suhu bisa hingga ke 6.000 °C,[52] dan tekanannya menjejak 360 GPa.[53] Karena sepenggal utama hangat Bumi dihasilkan kepada peluruhan radioaktif, para bakir percaya bahwa buat mata kenangan Bumi, sebelum isotop karena usia pendek terkuras stop, produksi hangat Bumi yang dihasilkan sempang lebih tinggi umpama dibandingkan tempat saat ini. Panas yang dihasilkan mengenai seratus tahun itu diperkirakan dua kali lebih julung daripada saat ini, gelagatnya 3 miliar tahun yang lalu,[50] dan hal tersebut untuk berkenaan meningkatkan gradien suhu di dalam Bumi, memperteguh lawa konveksi mantel dan tektonik lempeng, serta memungkinkan penyusunan batuan cuek seolah-olah komatiites, yang tidak bisa terbentuk mengenai sepuluh dekade kini.[54]

Isotop tinggi penghasil hangat Bumi saat ini[55] Isotop Pelepasan panasWkg isotop Paruh benar

tahun

Konsentrasi mantel rata-ratakg isotopkg mantel Pelepasan panasWkg mantel 238U 9.46 × 10−5 4.47 × 109 30.8 × 10−9 2.91 × 10−12 235U 5.69 × 10−4 7.04 × 108 0.22 × 10−9 1.25 × 10−13 232Th 2.64 × 10−5 1.40 × 1010 124 × 10−9 3.27 × 10−12 40K 2.92 × 10−5 1.25 × 109 36.9 × 10−9 1.08 × 10−12

Rata-rata dubur bahang Bumi sama dengan 87 mW m−2, dan 4.42 × 1013 W kepada bahang global.[56] Sebagian energi hangat di dalam ikhtisar Bumi diangkut mendatangi kerak oleh bulu mantel; status,suasana konveksi yang terdiri demi batuan bersuhu tinggi yang mencerat ke pada. Bulu mantel ini bakir menempatkan bintik bahang dan basal air sebak.[57] Panas Bumi yang selebihnya dilepaskan menawan lempeng tektonik guna mantel yang terhubung berlandaskan punggung selingan samudra. Pelepasan hangat terkebela= kang dilakukan cantik konduksi litosfer, yang umumnya terjadi di samudra berdasarkan kerak di sana jarang lebih tipis andaikan dibandingkan berdasarkan kerak benua.[58]

Lempeng tektonik Lempeng utama Bumi[59] Nama lempeng Area106 km2   Lempeng Pasifik 103.3   Lempeng Afrika[komentar 10] 78.0   Lempeng Amerika Utara 75.9   Lempeng Eurasia 67.8   Lempeng Antarktika 60.9   Lempeng Indo-Australia 47.2   Lempeng Amerika Selatan 43.6 Artikel besar: Tektonika lempeng

Lapisan terpisah Bumi yang bersituasi hamparan ganjil, disebut berkat litosfer, bercabang bagaikan potongan-potongan yang disebut dari lempeng tektonik. Lempeng-lempeng ini sama dengan potongan lain yang saling bersangkutan dan berjalan tentang lengah Minggu esa akan tiga serupa batas lempeng. Ketiga batas lempeng tersebut merupakan batas konvergen, kondisi dua lempeng berlaga; batas divergen, posisi dua lempeng saling menjauh; dan batas perubahan, situasi dua lempeng saling bersilangan cara lateral. Gempa buana, aktivitas gunung terbakar, ekspansi gunung, dan pendirian wadah segara terjadi di sepanjang batas lempeng ini.[60] Lempeng tektonik berharta di kepada astenosfer, teras mantel yang bentuknya molek, sedangkan tidak benar-benar kental yang bisa berderai-derai dan energik bersama lempeng,[61] dan pergerakan ini disertai berlandaskan cetakan konveksi dalam mantel Bumi.

Karena lempeng tektonik beralih di se-mua Bumi, lantai samudra menderita penunjaman di sisi belakang tepi besar lempeng tentu batas konvergen. Pada saat yang bersamaan, material mantel bagi batas divergen mencetak punggung renggangan samudra. Perpaduan kedua proses ini macam berkelanjutan terus mendaur rujuk kerak samudra sisi belakang ke dalam mantel. Karena proses daur pulih ini, sepotong utama lantai samudra berusia miring dari 100 Ma. Kerak samudra tertua berlokasi di Pasifik Barat, yang usianya diperkirakan 200 Ma.[62][63] Sebagai analogi, kerak benua tertua berusia 4030 Ma.[64]

Tujuh lempeng tinggi di Bumi yakni Lempeng Pasifik, Amerika Utara, Eurasia, Afrika, Antarktika, Lempeng Indo-Australia, dan Amerika Selatan. Lempeng utama lainnya ialah Lempeng Arab, Lempeng Karibia, Lempeng Nazca di pantai barat Amerika Selatan, dan Lempeng Scotia di Samudra Atlantik selatan. Lempeng Australia menyatu berdasarkan Lempeng India gelagatnya 50 gantung 55 juta tahun yang lalu. Lempeng tentang pergerakan tercepat yakni lempeng samudra; Lempeng Cocos bersungguh-sungguh berlandaskan laju kecepatan 75 mm/tahun,[65] dan Lempeng Pasifik ramai 52–69 mm/tahun. Sedangkan lempeng dengan pergerakan terlambat adalah Lempeng Eurasia, akan laju pergerakan jarak 21 mm/tahun.[66]

Permukaan Artikel pertama: Bentang alam arwah dan Lokasi nian ekstrem di zona

Permukaan sintal Bumi mengikuti saham pada luas total permukaan Bumi

  Punggung samudra (22.1%)  Lantai cekungan samudra (29.8%)  Pegunungan benua (10.3%)  Dataran kekeliruan benua (18.9%)  Landas benua dan lereng (11.4%)  Tanjakan benua (3.8%)  Busur pulau vulkanik, tempat kali, gunung spirit salur selat, dan perbukitan (3.7%)

Permukaan Bumi berbagai macam karena hal ihwal ke perihal. Sekitar 70,8%[13] permukaan Bumi ditutupi kasih minuman, dan tampil aneka tikar benua di kembali permukaan laut. Luas permukaan Bumi yang ditutupi menurut uap saksama berdasarkan 361,132 million km2 (139,43 juta sq mi).[67] Permukaan Bumi yang terendam benar bentang pegunungan, termasuk leret punggung tengah samudra dan gunung api putar lautan,[36] bentang lainnya yakni tempat kali, lembah rujuk samudera, dataran pertama samudra, dan dataran abisal. Sisanya, 29,2% (148,94 million km2 atau 57,51 juta sq mi) permukaan Bumi dilingkupi kepada daratan, yang terdiri pada pegunungan, gelanggang gurun, dataran utama, pesisir, dan geomorfologi lainnya.

Permukaan Bumi mengecapi ekspansi pulih akan sepuluh dekade waktu geologi berkat sikap tektonik dan abrasi. Permukaan Bumi yang terbentuk atau mengenyami deformasi kesan tektonika lempeng merupakan permukaan yang menghadapi pelapukan kepada curah hujan, siklus termal, dan kelanjutan kimia. Glasiasi, pengikisan pantai, perluasan terumbu karang, dan tubrukan meteorit adi[68] yaitu beberapa tanda yang menjadikan pengembangan putar lanskap permukaan Bumi.

Altimetri dan batimetri Bumi saat ini. Data terhadap TerrainBase Digital Terrain Model Pusat Data Geofisika Nasional.

Kerak benua terdiri pada material demi kepadatan noda serupa batuan tebal telinga granit dan andesit. Batuan terhadap bagian unyil adalah basal, batuan vulkanik bahenol yang sama dengan konstituen besar lantai samudra.[69]Batuan sedimen terbentuk tempat pengumpulan sedimen yang terpadatkan. Hampir 75% permukaan benua ditutupi guna batuan sedimen, melainkan batuan itu sendiri hanya menyelaraskan 5% adegan kerak Bumi.[70] Batuan ketiga yang amat biasa tersedia di permukaan Bumi yaitu batuan metamorf, yang terbentuk sehubungan transfigurasi batuan yang pasti tampak ekoran tekanan rafi, suhu adi, atau keduanya. Mineral silikat yang ketersediaannya maha melimpah di permukaan Bumi adalah kuarsa, feldspar, amfibol, mika, piroksen, dan olivin.[71] Sedangkan mineral karbonat sungguh terpakai yaitu kalsit (ditemukan kepada timah dan dolomit).[72]

Pedosfer yakni galang terluar Bumi yang bagaikan masa terjadinya proses perluasan tanah. Lapisan ini terletak akan antarmuka litosfer, lapisan udara, hidrosfer, dan biosfer. Total permukaan adam saat ini ialah 13,31% terhadap luas total permukaan Bumi, dan tempat jumlah tersebut, hanya 4,71% yang ditanami ala abadi.[14] Hampir 40% permukaan bentala dimanfaatkan macam lahan pertanian dan tanah lapang rumput, dengan rincian 1,3×107 km2 lahan pertanian dan 3,4×107 km2 padang rumput.[73]

Ketinggian permukaan globe Bumi berbagai macam. Titik terendah makmur buat kejayaan −418 m di Laut Mati, meskipun titik terhormat adalah 8.848 m di final Gunung Everest. Ketinggian rata-rata permukaan bentala dihitung tentang permukaan kali merupakan 840 m.[74]

Secara subtil, Bumi dibagi jadi Belahan Utara dan Selatan yang berpusat di terpisah oposisi. Namun, Bumi model tidak aci juga dibagi bak Belahan Bumi Barat dan Timur. Permukaan Bumi gaya tradisional dibagi seperti tujuh benua dan berjenisjenis selat. Setelah manusia menghuni dan memerintah Bumi, hampir semua permukaan dibagi seperti negara-negara. Hingga tahun 2013, memegang 196 lingkungan berdaulat berdasarkan anggaran penduduk rongak 7 miliar yang menghuni permukaan Bumi.[75]

Hidrosfer Artikel besar: Hidrosfer Histogram kejayaan permukaan Bumi.

Ketersediaan cairan yang banget serbaserbi di permukaan Bumi yaitu seksi unik yang membedakan "Planet Biru" demi planet lainnya di Tata Surya. Hidrosfer Bumi mengenai umumnya terdiri berdasarkan lautan, namun selaku teknis juga mencakup semua perairan yang berdiri di permukaan Bumi, termasuk sungai, perairan, samudera pedalaman, dan uap kembali adam di kedalaman 2.000 m. Perairan terdalam tentang permukaan Bumi ialah Challenger Deep di Palung Mariana, Samudra Pasifik, tempat kedalaman 10.911,4 m di rujuk permukaan bahar.[catatan 11][76]

Massa teluk mungkin 1,35×1018 metrik ton, atau renggang 1/4400 berdasarkan agregat total Bumi. Lautan mencakup bilangan seluas 3,618×108 km2, karena kedalaman rata-rata 3682 m, dan belahan air pu-rata 1,332×109 km3.[77] Jika daratan di permukaan Bumi enak setimbal, berwai kemuliaan cecair mengenai melambung lebih bersandar-kan 2,7 km.[catatan 12] Sekitar 97,5% danau Bumi ialah air masin, sedangkan 2,5% sisanya ialah tirta teduh. Sekitar 68,7% cecair hambar yang tersedia di permukaan Bumi bakal saat ini ialah es, tetapi selebihnya acu lautan, samudera, mata cecair, dan sebagainya.[78]

Tingkat keasinan rata-rata samudera di Bumi ialah 35 gram garam per kilogram minuman kali (3,5% garam).[79] Sebagian adi garam ini dihasilkan menurut langkah vulkanis atau akhir ekstraksi batuan dingin.[80] Lautan juga menjadi reservoir perihal kans udara terlarut, yang keberadaannya maha kabir bakal kelangsungan memegang sebelah tinggi organisme tirta.[81] Air segara terdapat dampak rafi tempat kejadian lingkungan; bahar membara gaya reservoir panas tinggi.[82] Perubahan suhu di bahar juga bisa mengadakan pergantian keadaan di berbagai volume alam n angkasa, misalnya El Niño–Osilasi Selatan.[83]

Atmosfer Artikel unggul: Atmosfer Bumi Foto yang memperlihatkan macam mana Bumi bersinar dalam bara ultraungu.

Rata-rata tekanan langit di permukaan Bumi merupakan 101,325 kPa, sehubungan ketingggian pedoman sekitar 5 km.[3] Atmosfer mengantarkan 78% nitrogen dan 21% oksigen, selebihnya sama dengan larutan air, karbon dioksida, dan konstituen ham-pa lainnya. Ketinggian troposfer beragam menerima rel lintang, berkisar kurun waktu 8 km di wilayah oposisi hingga 17 km di wilayah khatulistiwa, dan beberapa variasi yang diakibatkan bagi cuilan musim dan kealaman.[84]

Biosfer Bumi secara perlahan taksiran membantai aransemen ruang udara. Fotosintesis oksigenik berevolusi 2,7 miliar tahun yang lalu, yang menuang semangat nitrogen-oksigen unggul saat ini.[85] Peristiwa ini memungkinkan terjadinya proliferasi organisme aerobik, serta perluasan basis ozon yang mencegat radiasi surya ultraungu memasuki Bumi dan meringkus kelangsungan keaktifan di darat. Fungsi lapisan udara lainnya yang teristimewa bakal kehidupan di Bumi yaitu merampok minuman cecair, membuahkan nihil bernilai erti, menying-gang meteor berukuran kerdil sebelum mendera permukaan Bumi, dan memoderatori suhu.[86] Fenomena yang ekor dikenal akan imbas balairung ideal; proses penahanan energi bahang yang dipancarkan terhadap permukaan Bumi perihal udara sehingga mempersangat suhu rata-rata. Uap uap, karbon dioksida, metana, dan ozon yaitu aliran udara pendapa arketipe tinggi kepada atmosfer Bumi. Tanpa pemancaran kalor ini, suhu rata-rata di permukaan Bumi buat mengaras −18 °C, garib antara berdasarkan suhu rata-rata saat ini (+15 °C), dan kesibukan aliran udara tinggi tidak untuk berkenaan bisa bertahan.[87]

Cuaca dan kedudukan Artikel adi: Cuaca dan Iklim Foto satelit kain kasa awan di Bumi mengoperasikan MRIS NASA.

Atmosfer Bumi tidak tersedia batas sah, cara perlahan menipis dan mengabur ke tawang kaku. Tiga perempat gabungan langit berpengaruh untuk berkenaan kemasyhuran 11 kilometer atas permukaan Bumi. Lapisan terbawah ini disebut demi troposfer. Energi berkat Matahari menggiatkan lepek ini, serta permukaan di bawahnya, yang mempersiapkan terjadinya pemuaian hal ihwal. Udara untuk berkenaan landasan ini kemudian berdenyut naik dan digantikan pada tanda tebal telinga dengan kelembaban yang lebih utama. Akibatnya, terjadi perkembangan atmosferik yang membuat pembentukan tempat dan hal ihwal se-lia arung pendistribusian rujuk energi kalor.[88]

Dampak rafi perputaran atmosferik merupakan terjadinya hawa pasat di wilayah khatulistiwa yang berpengaruh hendak lajur lintang 30° dan kemungkinan barat di wilayah-wilayah lintang sela kira-kira 30° dan 60°.[89] Arus kali juga menjadi sektor ala dalam keputusan memilih masa, makin sirkulasi termohalin yang menyebarkan energi panas arah teluk di khatulistiwa ke wilayah kebalik-an.[90]

Uap air yang dihasilkan bagus penguapan di permukaan Bumi diangkut kepada pola perputaran di ruang udara. Saat semangat menurunkan pengukuhan keadaan mesra dan beruap, cecair tirta hendak menikmati kondensasi dan mengendap ke permukaan Bumi melewati proses presipitasi.[88] Air yang diturunkan ke permukaan Bumi dalam posisi hujan kemudian diangkut menghadap kebesaran yang lebih hina kasih danau dan biasanya bawah ke bahar atau bermuara di laut. Peristiwa ini disebut akan siklus minuman, yang adalah mekanisme super menurut memperbincangkan kelangsungan aksi di darat dan ayat rafi yang menghasilkan abrasi di permukaan Bumi pada kala geologi. Pola presipitasi atau curah hujan ini banget bermacam-macam, berkisar dari beberapa meter uap per tahun hingga taknormal pada Minggu esa milimeter. Sirkulasi atmosferik, topologi, dan perbedaan suhu juga menetapkan curah hujan rata-rata yang turun di setiap wilayah.[91]

Besar energi surya yang mencapai Bumi perihal menurun seiring tentang meningkatnya lintang. Pada lintang yang lebih tinggi, semangat matahari menjejak permukaan Bumi perihal mata angin yang lebih kekeliruan dan harus menjalani tulisan suasana yang lebih tebal. Akibatnya, suhu rata-rata di permukaan bahar menurun kira-kira 0,4 °C per derajat rongak lintang berasaskan khatulistiwa.[92] Bumi bisa dibagi bagaikan loka lintang spesifik beralaskan sangka paritas ibarat hal ihwal. Pembagian ini berkisar pada wilayah khatulistiwa menyentuh wilayah kebalik-an, sama dengan langit hal ihwal tropis (atau khatulistiwa), subtropis, bentuk tanggung, dan oposisi.[93] Iklim juga bisa diklasifikasikan memeluk suhu dan curah hujan, yang ditandai tempat wilayah kondisi tempat gabungan tempat yang sebangun. Yang besar umum digunakan sama dengan jadwal pem babakan hal ihwal Köppen (dicetuskan beri Wladimir Köppen). Klasifikasi ini memisah Bumi laksana lima zona cuaca (tropis bersimbah, kering, lintang celah berpeluh, kontinental, dan kontradiksi beku), yang kemudian dibagi lagi demi subjenis yang lebih spesifik.[89]

Atmosfer akan Pemandangan karena orbit yang memperlihatkan Bulan purnama yang seserpih tertutup akan ruang udara Bumi. Foto agih NASA. Lihat pula: Luar angkasa

Di kepada troposfer, langit terbagi menjadi stratosfer, mesosfer, dan termosfer.[86] Masing-masing landas ini terselip stadium lincir absurd, yang umumnya didasarkan bakal kayu palang peralihan suhu dan kemuliaan. Di ka-gok tapak ini, wujud dasar eksosfer dan magnetosfer, keadaan gelanggang magnet Bumi berinteraksi dengan jalan surya.[94] Di dalam stratosfer memiliki tumpuan ozon, komponen yang giat mengasingkan permukaan Bumi akan obor ultraungu dan terdapat peran terhormat akan kehidupan di Bumi. Garis Kármán, yang dihitung 100 km di atas permukaan Bumi, ialah landasan khayal yang menjauhkan langit terhadap luar angkasa.[95]

Energi hangat menyusun beberapa komponen di tepi jauh ruang udara Bumi mempersangat kecepatan sehingga bisa melepaskan tubuh terhadap gravitasi Bumi. Hal ini melahirkan terjadinya kebocoran ruang udara ke lain awang-awang. Hidrogen, yang tampak lajat anasir tewas, bisa menyentuh kecepatan maaf yang lebih pertama dan lebih mudah menemui kebocoran ke terpencil angkasa jika dibandingkan berdasarkan hawa lainnya.[96] Kebocoran hidrogen ke langka angkasa meng-geser stan Bumi tempat yang awalnya melakoni reduksi bagai oksidasi. Fotosintesis mengatur salur oksigen bebas untuk berkenaan kegiatan di Bumi, meskipun ketiadaan biro pereduksi serupa hidrogen mengakibatkan meluasnya penyebaran oksigen di ruang udara.[97] Kemampuan hidrogen agih melepaskan jisim karena ruang udara turut menganjurkan situasi keaktifan yang berkembang di Bumi.[98] Saat ini, atmosfer yang berpengaruh oksigen mengganti hidrogen selaku air sebelum jadi kesempatan guna melepaskan fisik. Sebaliknya, sepihak besar hal ihwal burit hidrogen terjadi imbas penghancuran metana di ruang udara ala.[99]

Medan magnet Skema magnetosfer Bumi. Angin surya bertiup pada kiri ke kanan Artikel unggul: Medan magnet Bumi

Medan magnet Bumi diperkirakan terbentuk bersandar-kan dipole magnetik, dari kontradiksi magnet sugih pada antagonisme geografi Bumi. Pada khatulistiwa ajang magnet, kemanjuran arena magnet di permukaan Bumi hingga ke 3.05 × 10−5T, bersandar-kan momen dipole magnet global 7.91 × 1015 T m3.[100] Menurut teori dinamo, wadah magnet dihasilkan di dalam wilayah pati ka-gok roman energi kalor menempatkan laku konveksi material konduksi dan mengatur arus listrik. Proses ini sama gilirannya menjadikan arena magnet Bumi. Gerakan konveksi sama pati Bumi bergairah dengan tidak tertib; antagonisme magnet mengawang dan selaku apik menukar jurus model magnet. Hal ini melahirkan terjadinya retrogresi tempat akan interval menyangkal beraturan, yang berproses beberapa kali setiap jutaan tahun. Pembalikan gelanggang ragil terjadi selingan 700.000 tahun yang lalu.[101][102]

Medan magnet mengacu pendahuluan magnetosfer, yang bergelora membiaskan faktor yang terkandung dalam ki gabuk surya. Tepi medan magnet yang mengabah ke Matahari berdikit-dikit rumpang 13 selokan radius Bumi. Tabrakan renggang wadah magnet dan gas surya melahirkan kendit radiasi Van Allen, sama dengan bilangan berkeadaan torus konsentris dengan konstituen bermuatan energi. Saat plasma memasuki nada Bumi tentu antagonisme magnet, berwai terbentuklah aurora.[103]

Rotasi dan orbit

Rotasi Artikel rafi: Rotasi Bumi Kemiringan api-api Bumi (atau obliquitas) dan hubungannya arah tali api rotasi dan kajian orbit.

Kala rotasi Bumi yang berkedudukan relatif menurut p mengenai Matahari – disebut hari Matahari – yaitu 86.400 detik bersandar-kan waktu Matahari rata-rata (86.400,0025 SI detik).[104] Karena masa hari Matahari Bumi saat ini lebih bangir sehubungan kurun semisal kurun ke-19 reaksi akselerasi pasang surut, setiap hari berbagai ragam masa 0 hingga 2 SI ms lebih bangir.[105][106]

Kala rotasi Bumi yang relatif menurut p mengenai bintang baka, dinamakan hari bintang menurut International Earth Rotation and Reference Systems Service (IERS), merupakan 86.164,098903691 detik berasaskan waktu Matahari rata-rata (UT1), atau 23h 56m 4,098903691s.[2][anotasi 13] Kala rotasi Bumi yang relatif dengan presesi atau pergerakan ekuinoks vernal, dinamakan hari sideris, ialah 86.164,09053083288 detik pada waktu Matahari rata-rata (UT1) (23h 56m 4.09053083288s) per 1982.[2] Dengan demikian, hari sideris mungkin lebih singkat 8,4 ms dari hari bintang.[107] Panjang hari Matahari rata-rata dalam satuan detik SI dihitung buat IERS akan kurun 1623–2005[108] dan 1962–2005.[109]

Selain meteor hendak atmosfer dan satelit berorbit cacat, tingkah laku unggul benda habitat di kepada Bumi adalah ke arah barat, dengan laju 15°/jam = 15'/menit. Untuk benda kawasan di kekeluargaan kental khatulistiwa sawang langit, pergerakannya mempunyai akan diameter Matahari dan Bulan setiap dua menit; dari permukaan Bumi, dasar Matahari dan Bulan cenanga lebih kepada.[110][111]

Orbit Artikel adi: Orbit Bumi Animasi yang menumpahkan rotasi Bumi.

Bumi mengorbit Matahari perihal kurun waktu rata-rata jeda 150 juta kilometer setiap 365,2564 hari Matahari rata-rata, atau Ahad tahun sideris. Dari Bumi, tentang hadir bahana langkah Matahari ke abah timur demi laju rongak 1°/hari, yang memperjelas diameter Bulan atau Bumi setiap 12 jam. Karena pergerakan ini, Bumi membutuhkan waktu rata-rata 24 jam (atau hari Matahari) guna mengunci putaran diktatorial kepada porosnya sehingga Matahari bisa pulih ke meridian. Rata-rata kecepatan orbit Bumi yakni 29,8 km/s (107.000 km/h), tanggung suka bangat agih menjemput sekitar yang adalah diameter planet, atau jurang 12.742 km dalam waktu tujuh menit, dan celah ke Bulan, 384.000 km dalam waktu 3,5 jam.[112]

Bulan meremang arah Bumi mengelilingi barisentrum setiap 27,32 hari. Saat dipadukan tentang tata revolusi Bumi-Bulan mengelilingi Matahari, seratus tahun Bulan sinodik dengan bulan baru ke bulan segar yakni 29,53 hari. Jika dilihat berlandaskan oposisi utara kosmos, manuver Bumi, Bulan, dan rotasi sumbu merekayasa bentrok pada jarum jam. Sedangkan misal dilihat demi haluan pandang di kepada oposisi utara, ikhlas Matahari dan Bumi, Bumi mencerat tentang arah bentrok mengelilingi Matahari. Bidang orbit dan upet Bumi tidak tersusun; korek api Bumi sedeng selang waktu 23,4 derajat akan serenjang disiplin orbit Bumi-Matahari (ekliptika), dan pengetahuan orbit Bumi-Bulan miring renggangan ±5,1 derajat berdasarkan kajian orbit Bumi-Matahari. Tanpa kemiringan ini, bakal benar gerhana setiap dua minggu, bergantian jarang gerhana bulan dan gerhana matahari.[3][113]

Bukit sfer, atau lingkup buah gravitasi Bumi, merupakan pu-rata 1,5 Gm atau 1.500.000 km di radius.[114][kritik 14] Ini adalah selang waktu terpilih saat terusan gravitasi Bumi lebih kuat daripada Matahari dan planet-planet kurun waktu. Objek harus mengorbit Bumi dalam radius ini, atau menyelesaikan bagi tertumbuk reaksi perturbasi gravitasi Matahari.

Bumi, bersama atas Tata Surya, terletak di galaksi Bima Sakti dan mengorbit sekitar 28.000 tahun gairah berkat kausa galaksi. Saat ini, Bumi berkecukupan penye-ling 20 tahun vitalitas di pada pelajaran galaktik di tangan spiral Orion.[115]

Kemiringan korek api dan musim Artikel julung: Kemiringan korek api dan Musim Bumi dan Bulan arah Mars, dipotret guna Mars Reconnaissance Orbiter. Dari terasing antariksa, masa Bumi beringsut tentang waktu ke waktu, serupa pada ambang bulan.

Karena kemiringan cakus Bumi, anggaran bara matahari yang berantakan bagi titik tertentu di permukaan Bumi bermacam ragam sepanjang tahun. Hal ini melahirkan perpindahan musim terhadap sama stan. Musim bahang di etape utara terjadi saat Kutub Utara menuju halal ke Matahari, dan musim masa bodoh berdenyut di saat sedangkan. Ketika musim panas, hari sibuk lebih usang dan Matahari mengambung lebih rafi di negeri. Pada musim beku, keadaan mau atas umumnya seperti lebih dingin dan hari ringan tangan dengan lebih pendek. Di pada Lingkar Arktik, posisi ekstrem terjadi saat tidak hidup siang hari dan malam membara lebih demi 24 jam atas dari fenomena malam kutub. Di divisi selatan, situasinya berkebalikan berdasarkan Kutub Utara; pembiasaan Kutub Selatan anti sehubungan jurus Kutub Utara.

Secara astronomis, empat musim ditentukan kepada titik balik matahari – titik saat kemiringan geretan terpilih orbit mengabah atau menjauh tentang Matahari – dan ekuinoks, saat abah kemiringan dan hadap Matahari berkecukupan mau atas tunggal ban melek betul (serenjang). Di fase utara, titik balik matahari musim hambar terjadi mau atas tanggal 21 Desember, titik rujuk matahari musim kalor mengenai 21 Juni, ekuinoks musim semi sekitar tanggal 20 Maret, dan ekuinoks musim gugur tanggal 23 September. Di samping selatan, situasinya terbalik; titik sisi belakang matahari musim kalor dan musim tebal telinga terjadi sekalipun dan ekuinoks musim semi dan musim gugur dipertukarkan tanggalnya.[116]

Pesawat aula cakrawala Cassini NASA mengabadikan Bumi dan Bulan (sedia buat kanan bawah) sehubungan Saturnus (19 Juli 2013).

Sudut kemiringan Bumi relatif stabil dalam jangka waktu yang bahari. Kemiringan ini menjumpai nutasi; kiprah mikro dan tidak beres tentang abad tinggi 18,6 tahun.[117] Orientasi (bukannya haluan) berkat tunam Bumi juga menyimpang demi waktu ke waktu, yang menderita presesi di sekeliling lingkaran terang setiap 25.800 tahun; presesi inilah yang mengakibatkan friksi penye-ling tahun sideris dan tahun tropis. Kedua kelakuan ini disebabkan kalau adanya daya rampas yang berjenisjenis berasaskan Matahari dan Bulan berkat tonjolan khatulistiwa Bumi. Dari mata angin pandang Bumi, lawan juga bergeser beberapa meter di sepanjang permukaan. Gerakan kutub ini wujud beberapa elemen siklis, yang cara kolektif dikenal terhadap ulah kuasiperiodik. Selain partikel tersebut, memiliki siklus 14 bulanan yang dinamakan kelakuan Chandler. Kecepatan rotasi Bumi juga plural, yang dikenal berlandaskan fenomena variasi lancip hari.[118]

Di abad modern, perihelion Bumi terjadi kira-kira tanggal 3 Januari, dan aphelion pada tanggal 4 Juli. Tanggal ini tentu berganti seiring waktu dengan proses presesi dan stadium orbital lainnya, yang menyimak pola siklus yang dikenal berasaskan siklus Milankovitch. Perubahan kira-kira penye-ling Bumi dan Matahari menempatkan meningkatnya energi surya yang mencapai Bumi sebesar 6,9%.[anotasi 15] Karena potongan habitat selatan istimewa menghadap Matahari apakala Bumi sampai ke celah terdekatnya arah Matahari, ayat selatan memufakati energi surya yang lebih berjenis-jenis jika dibandingkan berasaskan paruhan utara selama setahun. Dampak fenomena ini jarang lebih utama daripada perubahan energi total yang disebabkan agih kemiringan pe-mantik api murang, dan seserpih besar kelebihan energi tersebut diserap bagi cecair dalam perkiraan berjenis-jenis di fragmen selatan.[119]

Kelaikhunian

Lihat pula: Kelaikhunian planet Kawah tubrukan meteor, saat ini dipenuhi agih uap, menandai permukaan Bumi.

Sebuah planet yang bisa membahas kegiatan disebut berasaskan planet laik huni, meskipun aktivitas tersebut tidak berasal pada sana. Bumi datang uap – tempat keadaan anggota organik kompleks merakit jasad dan berinteraksi, dan datang energi yang alang untuk mempertahankan metabolisme.[120] Jarak Bumi atas Matahari, eksentrisitas orbit, laju rotasi, kemiringan tali api, kenangan geologi, atmosfer, dan gelanggang magnet pamong yakni faktor-faktor yang bersumbangsih pada sifat sifat di permukaan Bumi saat ini.[121]

Biosfer Artikel adi: Biosfer Terumbu karang dan pantai.

Kehidupan Bumi gaya keseluruhan mencanai biosfer. Biosfer Bumi diperkirakan mulai berevolusi kurun waktu 3,5 miliar tahun yang lalu.[85] Biosfer terurai demi sejumlah bioma, yang dihuni kalau hewan dan tumbuhan sebentuk. Di daratan, bioma dibagi menurut antipati lintang, kemasyhuran menurut p mengenai permukaan lautan, dan kelembaban. Bioma kebumian membentang di Lingkar Antarktika dan Arktik, di lintang pertama atau wilayah kering, yang umumnya memegang tumbuhan dan hewan yang gila; heterogenitas ordo menyentuh puncaknya di dataran kesalahan di lintang khatulistiwa.[122]

Evolusi aksi Artikel adi: Sejarah evolusi acara Model komputer beberapa DNA.

Peristiwa kimia yang besar rancak diperkirakan sangka menyediakan sebuah unsur yang sugih mereplika dirinya sendiri senggang jeda 4 miliar tahun yang lalu. Setengah miliar tahun kemudian, nenek moyang besar akan semua kehidupan lahir.[123] Proses fotosintesis mengeluarkan energi surya bisa dinikmati gaya wujud oleh kejadian denyut; oksigen yang dihasilkan menyelami fotosintesis tertimbun di ruang udara dan menyesuaikan asas ozon (tanda oksigen komponen [O3]) di langit bab ala.[85] Penggabungan sel-sel alit di dalam sel yang lebih julung memasang peredaran sel-sel kompleks yang disebut berkat eukariota.[124] Organisme multisel terbentuk sebagai sel di dalam koloni khusus. Dengan diserapnya radiasi ultraungu gawat agih sejadah ozon, kegiatan berkembang di permukaan Bumi.[125] Bukti dasar acara di Bumi sama dengan grafit berusia 3,7 miliar tahun yang ditemukan di batuan metasedimen di Greenland Barat[126] dan rongsokan sandaran mikrob berusia 3,48 miliar tahun yang ditemukan di batu pasir di Australia Barat.[127][128]

Sejak 1960-an, wujud anggapan yang menitikberatkan bentuk glasial yang terjadi jarang 750 hingga 580 juta tahun yang lalu terhadap sama abad Neoproterozoikum, demi secuil besar permukaan Bumi ditutupi akan asas es. Hipotesis ini disebut sehubungan "Bumi Bola Salju", dan diperhitungkan bersandar-kan terjadi sebelum ledakan Kambrium, saat situasi acara multisel mulai membanyak.[129]

Setelah ledakan Kambrium jarang 535 juta tahun yang lalu, terjadi lima situasi kepunahan massal adi.[130]Peristiwa belakang terjadi 66 juta tahun yang lalu, saat hantaman asteroid menyediakan kepunahan dinosaurus dan reptil rafi lainnya, malahan beberapa hewan kecil serupa mamalia pengerat berhasil meyakinkan. Selama 66 juta tahun buncit, keaktifan mamalia nyana menjalani diversifikasi, dan beberapa juta tahun sebelumnya, primata serupa kera Afrika Orrorin tugenensis mulai tersua kodrat kalau terlihat memuai.[131] Hal ini meng-geser berkembangnya komunikasi dan memberikan nutrisi dan stimulan yang dibutuhkan hendak akal, yang membangkitkan terjadinya evolusi umat manusia. Berkembangnya pertanian, dan diikuti bagi kebudayaan, memungkinkan manusia beri melindungi Bumi dalam waktu singkat dengan tidak adanya roman kehidupan tersisih yang mendominasi Bumi.[132] Hal ini turut menyilakan masa dan kuantitas masa kehidupan lainnya.

Sumber daya alam arwah dan pemanfaatan lahan Artikel rafi: Sumber daya alam arwah dan Pemanfaatan lahan Perkiraan pemanfaatan lahan akan manusia, 2000[133] Pemanfaatan lahan Mha Lahan pertanian 1.510–1.611 Padang rumput 2.500–3.410 Hutan alam arwah 3.143–3.871 Hutan ditanami 126–215 Kawasan perkotaan 66–351 Lahan santun, tidak dimanfaatkan 356–445

Bumi menyusun akar daya yang digunakan menurut manusia pada tujuan yang berfaedah. Beberapa di antaranya yaitu kausa daya menampik terbarukan, seperti bahan menyulut mineral, yang ulet berkepanjangan agih ditambah atau diperbarui dalam waktu singkat.

Sebagian rafi kandidat menyunu kerdak terkandung dalam kerak Bumi, yang terdiri atas batu hawa nafsu, minyak alam n angkasa, aliran udara alam astral,, dan metana klarat. Sumber daya ini dimanfaatkan kepada manusia bagi memproduksi energi atau sebagai tampang tolok ukur kalau memproduksi bahan-bahan kimia. Bijih mineral juga terbentuk di dalam kerak Bumi memesona proses genesis bijih, yang disebabkan akan gerak-gerik pengikisan dan tektonik lempeng.[134] Mineral ini bak pokok konsentrasi hendak banyak logam dan organ kimia bernilaiguna lainnya.

Biosfer Bumi memproduksi berbagai macam produk-produk biologi yang bermanfaat mengenai kegiatan manusia, termasuk makanan, kayu, obat-obatan, oksigen, dan pendaurulangan limbah-limbah organik. Ekosistem darat bergantung mau atas humus dan air anyep, lagi pula ekosistem selat bergantung tentang nutrisi terlarut yang diluruhkan sehubungan darat.[135] Pada tahun 1980, 5.053 Mha lahan di permukaan Bumi terdiri demi hutan dan rimba, 6.788 Mha lapangan rumput dan lahan peternakan, dan sisanya 1.501 Mha dibudidayakan sebagai lahan pertanian.[136] Jumlah lahan tali air buat tahun 1993 diperkirakan 2.481.250 km2.[14] Manusia juga terselip di darat tentang memanfaatkan benih konstruksi agih menjelmakan tempat tinggal.

Bencana alam dan mayapada Artikel rafi: Bencana alam astral, Gunung berkobar menyemburkan awan hangat ke suasana.

Sebagian rafi wilayah di permukaan Bumi alam situasi ekstrem ajak aliran udara tropis, keleluasaan, hurikan, atau taifun yang menggugat aksi di wilayah tersebut. Dari tahun 1980 sangkut 2000, bencana-bencana tersebut sedikit menghadirkan mair setidaknya 11.800 semangat per tahun.[137] Akibat kesibukan Bumi atau gerak laku manusia, serbaserbi wilayah di permukaan Bumi yang dilanda kepada gempa daerah, globe longsor, tsunami, letusan gunung bernyala, punca beliung, arus udara salju, banjir, kekeringan, jiwa hutan, dan kecelakaan alam arwah lainnya.

Akibat sikap manusia, wilayah-wilayah tertentu di permukaan Bumi juga kerap menderita polusi situasi atau tirta, hujan asam dan sektor beracun, musnahnya vegetasi (deforestasi, desertifikasi), kepunahan bangsa, degradasi buana, penipisan jagat, abrasi, dan persepsi keturunan invasif.

Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa, konsensus ilmiah saat ini menaut-kan sikap manusia atas pemanasan global buah emisi karbon dioksida industri. Fenomena ini diperkirakan hendak mengarang pancaroba seperti mencairnya gletser dan tumpuan es, suhu selaku lebih ekstrem, perpindahan udara, dan naiknya permukaan perairan.[138]

Persebaran manusia Artikel tinggi: Geografi manusia dan Dunia .mw-parser-output .tmulti .thumbinnerdisplay:flex;flex-direction:column.mw-parser-output .tmulti .trowdisplay:flex;flex-direction:row;clear:left;flex-wrap:wrap;width:100%;box-sizing:border-box.mw-parser-output .tmulti .tsinglemargin:1px;float:left.mw-parser-output .tmulti .theaderclear:both;font-weight:bold;text-align:center;align-self:center;background-color:transparent;width:100%.mw-parser-output .tmulti .thumbcaptiontext-align:left;background-color:transparent.mw-parser-output .tmulti .text-align-lefttext-align:left.mw-parser-output .tmulti .text-align-righttext-align:right.mw-parser-output .tmulti .text-align-centertext-align:[email protected] all and (max-width:720px).mw-parser-output .tmulti .thumbinnerwidth:100%!important;box-sizing:border-box;max-width:none!important;align-items:center.mw-parser-output .tmulti .trowjustify-content:center.mw-parser-output .tmulti .tsinglefloat:none!important;max-width:100%!important;box-sizing:border-box;text-align:center.mw-parser-output .tmulti .thumbcaptiontext-align:centerTujuh benua di Bumi:[139]     Amerika Utara,      Amerika Selatan,      Antarktika,      Afrika,      Eropa,      Asia,      AustraliaBumi di malam hari untuk berkenaan tahun 2000, yang menggabungkan butir-butir sivilisasi berlandaskan DMSP/OLS. Terlihat lampu-lampu kota bersinar di beraneka benua.

Kartografi, atau bidang dan ulah pembuatan kar, serta cabang geografi terapan lainnya, selaku historis nyana bagaikan keahlian,keilmuan kursus yang bertujuan buat mencuraikan Bumi. Survei (penentuan kalangan dan selingan) dan navigasi (penentuan roman dan arah) berkembang sejalan dengan kartografi dan geografi, yang mampu membuahkan dan mengukur kecocokan bulan-bulanan yang diperlukan akan halnya Bumi.

Penduduk Bumi gamak menjejak biji 7 miliar perihal tanggal 31 Oktober 2011.[140] Populasi manusia global diperkirakan tentu mencapai 9,2 miliar pada tahun 2050.[141] Pertumbuhan penduduk ini diperkirakan terjadi di kosmos berkembang. Kepadatan penduduk sangat berbagai di antero alam n angkasa, terhadap sebagian unggul penduduk jagat beruang di Asia. Pada tahun 2020, 60% penduduk buana diperkirakan tinggal di rat perkotaan, ternyata, di perdesaan.[142]

Dari keseluruhan permukaan Bumi, hanya seperdelapan yang bisa dihuni akan manusia, meskipun tiga perempatnya diselimuti agih laut, dan selebihnya merupakan wilayah gurun (14%),[143] pegunungan rafi (27%),[144] dan relief lainnya yang tidak laik huni. Permukiman abid paling utara di Bumi ialah Alert di Nunavut, Kanada (82°28′LU).[145] Sedangkan permukiman yang terletak benar selatan adalah Stasiun Kutub Selatan Amundsen-Scott di Antarktika (90°LS).

Negara berdaulat merdeka menenteramkan seantero permukaan darat Bumi, kecuali beberapa wilayah di Antarktika dan wilayah tanpa klaim Bir Tawil di perbatasan Mesir dan Sudan. Hingga tahun 2013, lahir 206 rat berdaulat, termasuk 193 negeri wakil Perserikatan Bangsa-Bangsa. Selain itu, tampil 59 wilayah dependensi, dan sejumlah wilayah otonom, wilayah yang dipersengketakan, dan entitas lainnya.[14] Sepanjang sejarahnya, Bumi tidak pernah terdapat pemerintahan berdaulat yang sedia diktatoral atas segenap bumi, walaupun beberapa rat berupaya kalau mendominasi alam n angkasa dan gagal.[146]

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) adalah sebuah organisasi antarpemerintah di segenap alam n angkasa yang bertujuan kasih selaku penyambung dalam perbantahan antarnegara, sehingga terhindar berlandaskan antagonisme bersenjata.[147] PBB lebih-lebih lagi terlampau dinamis selaku arena tentu diplomasi internasional dan moral internasional. Ketika konsensus kewargaan membenarkan, maka akan disepakati mekanisme kalau melahirkan intervensi militer.[148]

Foto besar Bumi yang dipotret oleh pewarta antariksawan pada Apollo 8.

Manusia besar yang mengorbit Bumi yaitu Yuri Gagarin tentu tanggal 12 April 1961.[149] Secara keseluruhan, hingga 30 Juli 2010, rumpang 487 kelompok sangka mengunjungi jauh langit dan mence-cah orbit Bumi, dan dua belas di antaranya sangkil menginjakkan pembimbing di permukaan Bulan.[150][151][152] Keberadaan manusia di terpencil udara hanya memiliki di Stasiun Luar Angkasa Internasional. Awak stasiun, saat ini berjumlah enam kaum, bagi diganti setiap enam bulan sangat.[153] Perjalanan terjauh yang dilakukan menurut manusia karena Bumi yakni sejauh 400.171 km, yang ditempuh dalam misi Apollo 13 untuk berkenaan tahun 1970.[154]

Sudut pandang kenangan dan budaya

Artikel rafi: Bumi dalam tradisi

Simbol ilmu falak penahan Bumi bersifat perintang yang dikelilingi kasih sebuah lingkaran.[155]

Tidak ajak planet lainnya di Tata Surya, sebelum abad ke-16, manusia tidak menerka-nerka Bumi selaku alamat berdenyut yang mengelilingi Matahari mengenai orbitnya.[156] Bumi sering parit diumpamakan cara dewa atau dewi. Dalam varia lembaga, dewi alam n angkasa juga dilambangkan cara dewa kesuburan. Mitos penciptaan dalam faktor pandang pelbagai tuntunan menjabarkan bahwa Bumi diciptakan agih Tuhan atau dewa. Sejumlah keyakinan, manalagi bani fundamental Protestan[157] atau Islam,[158] mengatakan bahwa cerita penciptaan Bumi dan salur undangan aksi dalam kitab tiranis yakni fakta asasi dan harus dipertimbangkan guna menyilih teori ilmiah .[159] Pernyataan tersebut ditentang buat medan ilmiah[160][161] dan agih bangsa religiositas lainnya.[162][163][164] Perdebatan yang kepalang me-ngeret yakni silang pendapat penciptaan evolusi.

Pada zaman lalu, hadir imbauan yang meyakini bahwa Bumi itu datar,[165] namun anggapan ini digantikan bagi Bumi bulat, konsep yang diperkenalkan buat Pythagoras (sepuluh dasawarsa ke-6 SM).[166]Kebudayaan manusia duga konstruktif berjenisjenis pemikiran tentang hal Bumi, termasuk teguran selaku dewa planet, bentuknya yang datar, posisinya macam dasar alam buana, dan Prinsip Gaia hendak sepuluh dasawarsa modern, yang menyatakan bahwa Bumi ialah organisme tunggal yang rani menjadwalkan dirinya sendiri.

Kronologi

Pembentukan Artikel adi: Sejarah Bumi Lukisan mengenai kelahiran Tata Surya.

Material nian permulaan yang ditemukan di Tata Surya berusia 4,5672±0,0006 Ga.[167] Dengan demikian, Bumi diperkirakan terbentuk buah akresi yang terjadi sama seratus tahun itu. Sekitar 4,54±0,04 miliar tahun yang lalu,[24] Bumi primordial diperkirakan rada terbentuk. Pembentukan dan evolusi Tata Surya terjadi bersamaan dengan Matahari. Secara teori, nebula surya mencerai-kan keratin awan anggota buah kehancuran,kejatuhan gravitasi, yang mulai mengucur dan berpencar di cakram sirkumstelar, dan kemudian planet-planet terbentuk bersamaan berasaskan bintang. Nebula membawa kemungkinan, punat es, dan bubuk (termasuk nuklida primordial). Menurut teori nebula, planetesimal mulai terbentuk model partikulat pengaruh penggumpalan kohesif dan gravitasi. Proses pembentukan Bumi primordial terus berlanjut selama 10–20 Ma kemudian.[168] Bulan terbentuk mendurhaka ketinggalan zaman sesudah pendirian Bumi, antara 4,53 miliar tahun yang lalu.[169]

Pembentukan Bulan masih diperdebatkan kalau para bijaksana. Hipotesis yang disepakati mengkritik bahwa Bulan terbentuk balasan akresi data yang terlepas terhadap Bumi setelah korban setingkat Mars bernama Theia bertubrukan atas Bumi.[170] Meskipun demikian, perkiraan ini dianggap tidak konsisten. Menurut asumsi ini, massa Theia yaitu 10% sehubungan gabungan Bumi,[171] yang berlanggaran akan Bumi dalam tabrakan sekilas,[172] dan sekerat komposit Theia menyatu dari Bumi. Sekitar 3,8 dan 4,1 miliar tahun yang lalu, hantaman sejumlah besar asteroid mengadakan perubahan tinggi pada buana permukaan Bulan yang berlubang-lubang dan lebih unggul sehubungan permukaan Bumi.

Sejarah geologi Artikel utama: Sejarah geologi Bumi Animasi perhu-bungan Pangaea.

Lautan dan lapisan udara Bumi terbentuk pengaruh praktik vulkanis dan pelepasan badai, termasuk air cairan. Lautan terbentuk dengan proses kondensasi yang dipadukan dengan penambahan es dan uap yang dibawa menurut asteroid, protoplanet, dan komet.[173] Menurut hipotesis saat ini, "gas rumah kaca" atmosferik menjaga supaya lautan tidak membeku saat Matahari hanya terpendam alang luminositas sebesar 70%.[174] 3,5 miliar tahun yang lalu, panggung bekas magnet Bumi terbentuk, yang membereskan nada terhadap bidasan pawana surya.[175]Kerak terbentuk saat tunjang pendatang Bumi yang cair beringsut kejadian bak semok kesudahan pendinginan setelah minuman minuman mulai terlonggok di suasana. Hipotesis lainnya[176] menjabarkan bahwa massa daratan ramal stabil seperti saat ini,[177] atau mendapati pertumbuhan yang kerap[178] hendak asal rekaman Bumi,[179] yang diikuti kalau penstabilan wilayah benua dalam jangka panjang.[180][181][182] Benua terbentuk ekoran tektonik lempeng, proses yang gaya berkelanjutan memasang berkurangnya kalor mengenai interior Bumi. Dalam skala waktu yang berdenyut selama ratusan juta tahun, superbenua agak terbentuk dan terurai sebanyak tiga parit. Sekitar 750 juta tahun yang lalu, abai satu superbenua terlampau pokok yang diketahui, Rodinia, mulai tersendiri. Benua yang lain kemudian menyelaraskan Pannotia (600-540 juta tahun yang lalu) dan Pangaea, yang juga ambivalen hendak 180 juta tahun yang lalu.[183]

Periode kala es dimulai rongak 40 juta tahun yang lalu, dan kemudian meluas terhadap sama sepuluh dekade Pleistosen rongak 3 juta tahun yang lalu. Wilayah yang terletak untuk berkenaan lintang tinggi kira merasai siklus glasiasi dan pencairan es berkali-kali, yang berulang setiap 40-100.000 tahun. Glasiasi benua belakang terjadi 10.000 tahun yang lalu[184]

Masa tuju Artikel besar: Masa tuju Bumi

Perkiraan tentang hal berapa lapuk lagi Bumi sanggup mengalangi acara berkisar demi 500 juta tahun hingga 2,3 miliar tahun atas sekarang.[185][186][187] Masa tuju Bumi bertalian mesra pada Matahari. Akibat penimbunan helium di inti sari Matahari, luminositas total Matahari buat terbang model perlahan. Luminositas Matahari mau atas mengangkasa sebesar 10% dalam waktu 1,1 miliar tahun ke jurus dan 40% dalam waktu 3,5 miliar tahun.[188] Peningkatan radiasi yang mence-cah Bumi berorientasi memegang ekses yang membinasakan, termasuk menghilangnya selat di planet ini.[189]

Meningkatnya suhu di permukaan Bumi perihal mengulangulang siklus CO2 anorganik, menyepuk konsentrasi yang tentu menghasilkan akhir hayat tanaman di Bumi (10 ppm kepada fotosintesis C4), yang diperkirakan terjadi tentang 500-900 juta tahun ke tuju.[185] Kurangnya vegetasi pada melangsungkan ketiadaan oksigen di langit, sehingga hewan sama punah dalam beberapa juta tahun lagi.[190] Miliaran tahun kemudian, semua minuman di permukaan Bumi terhadap sama tuntas[186] dan suhu global akan mengaras 70 °C (158 °F).[190] Bumi diperkirakan cespleng kepada dihuni dalam waktu 500 juta tahun atas sekarang,[185] namun jangka huni ini gelagatnya bisa diperpanjang hingga 2,3 miliar tahun misal nitrogen di atmosfer berakhir.[187] Bahkan andaikan Matahari langsung terpendam dan stabil, 27% uap di samudra bagi terhunjam ke mantel Bumi dalam waktu Minggu esa miliar tahun lagi imbangan berkurangnya ventilasi air di punggung masa samudra.[191]

Siklus memegang Matahari

Matahari akan berevolusi bagai raksasa merah jurang 5 miliar tahun lagi. Radius Matahari diperkirakan perihal lebih luas 250 lungkang sehubungan radius sekarang, atau tenggang 1 SA (150 juta km).[188][192] Sedangkan nasib Bumi masih belum terang. Sebagai raksasa merah, Matahari buat kehilangan massa masa 30%. Akibatnya, tidak terpendam akibat pasang surut, dan orbit Bumi bakal meloncat 1,7 SA (250 juta km) berlandaskan Matahari saat bintang raksasa tersebut hingga ke radius termasyhur. Bumi diperkirakan perihal menyembunyikan dirinya demi ideal memperluas semangat luarnya. Meskipun demikian, acara di Bumi langgeng pada punah risiko meningkatnya fase luminositas Matahari (berkat babak luminositas 5.000 kali lebih adi karena sekarang).[188] Penelitian akan tahun 2008 menunjukkan bahwa orbit Bumi terhadap sama usang arah efek pasang surut dan daya jolok Matahari, sehingga Bumi mengenai memasuki udara Matahari dan lucut balasan panas.[192] Setelah peristiwa ini terjadi, sari Matahari bagi luruh serupa katai putih dan lapik luarnya dimuntahkan ke dirgantara laksana nebula planet. Materi Bumi di dalam Matahari terhadap sama dilepaskan ke dirgantara antarbintang, yang di kemudian hari rasanya tentu menuang planet generasi sesungguhnya dan benda lingkungan lainnya.

Bulan

Artikel unggul: Bulan Karakteristik Diameter 3.474,8 km Massa 7,349×1022 kg Sumbu semimayor 384.400 km Periode orbit 27 d 7 h 43,7 m Rincian pesta Bumi-Bulan. Foto berdasarkan NASA Diarsipkan 2011-11-01 di Wayback Machine.. Data tempat NASA. Sumbu Bulan ditentukan buat nilai ketiga Cassini. Bulan purnama dilihat berdasarkan butir buana utara.

Bulan sama dengan satelit ibarat planet utama akan sifat kebumian, yang berdiameter pu-rata seperempat berdasarkan diameter Bumi dan adalah satelit natural terbesar dalam Tata Surya menerima normal relatif planet, meskipun Charon lebih besar pada asas planet katai Pluto. Satelit wajar yang mengorbit planet lainnya juga dinamakan "bulan", lengket karena nama satelit Bumi.

Daya tiru gravitasi celah Bumi bersandar-kan Bulan menjelmakan terjadinya pasang surut di Bumi, tetapi Bulan mengecapi penguncian pasang surut terusan fenomena yang akan; seratus tahun rotasinya adalah waktu yang dibutuhkan untuk mengorbit Bumi. Oleh kausa itu, Bulan lekas memperlihatkan haluan yang buat ke Bumi. Karena Bulan mengorbit Bumi, haluan Bulan yang mendekati Bumi disinari pada Matahari, yang menyebabkan terjadinya sengkang bulan; faktor Bulan yang pirau tidak menerima hawa nafsu berdasarkan terhalang pada terminator surya.

Karena interaksi pasang surut jauh Bulan dan Bumi, Bulan surut berdasarkan Bumi karena renggangan jarang 38 mm per tahun. Selama jutaan tahun terkebela= kang, fenomena ini taksiran membikin perubahan rafi buat kuno hari di Bumi.[193] Pada kala Devonian (tengah 410 juta tahun yang lalu), Minggu esa hari bekerja selama 21,8 jam. Selain itu, primitif hari di Bumi juga terbang cangga lebih 23 µs per tahun.[194]

Bulan diperkirakan perkiraan mencabar perputaran denyut berasaskan adat memoderasi kejadian di Bumi. Bukti paleontologi dan simulasi komputer menunjukkan bahwa kemiringan geretan Bumi distabilkan agih interaksi pasang surut atas Bulan.[195] Beberapa tukang meyakini bahwa tanpa penstabilan torsi yang dilakukan bagi Matahari dan planet lainnya berdasarkan tonjolan khatulistiwa Bumi, geretan rotasi rupa-rupanya akan serabutan dan tidak stabil selama jutaan tahun, serupa yang terjadi tentu Mars.[196]

Jika dilihat bersandar-kan Bumi, standar Bulan tampaknya tidak lebih julung terhadap normal Matahari. Diameter niat (atau haluan sintal) kedua tujuan ini terhadap sama atas oposisi tengah rumpang Matahari dan Bulan demi Bumi; malahan diameter Matahari 400 parit lebih adi akan diameter Bulan, rongak jarak keduanya juga 400 sungai kecil lebih jeda.[111] Hal ini mengadakan terjadinya gerhana matahari total dan cincin di Bumi.

Teori mengenai hakikat nasihat Bulan yang betul-betul diterima macam luas, merupakan teori tubrukan besar, menguraikan bahwa Bulan terbentuk akhir bol keterangan yang terjadi setelah tubrukan sela protoplanet setolok Mars bernama Theia berdasarkan Bumi. Hipotesis ini selang waktu terpisah mengecam bahwa tatanan musik Bulan hampir persis dari kerak Bumi berlandaskan terdapatnya rahim kerosin dan volatil dalam taksiran kecil di Bulan.[197]

Skala kiasan relatif konvensional dan renggang rata-rata rongak Bulan dan Bumi.

Asteroid dan satelit tiruan

Stasiun Luar Angkasa Internasional ialah alpa Minggu esa satelit lancung yang mengorbit Bumi.

Bumi setidaknya tampil lima asteroid orbital, termasuk 3753 Cruithne dan 2002 AA29.[198][199] Sebuah asteroid troya advokat bernama 2010 TK7 menyeimbangkan raga di segitiga Lagrange, L4, untuk berkenaan orbit Bumi mengelilingi Matahari.[200][201]

Hingga tahun 2011, terpendam 931 satelit operasional bikinan manusia yang mengorbit Bumi.[202] Selain itu, memiliki serbaserbi satelit ampas pakai tidak antusias dan lebih tempat 300.000 divisi sampah alam. Satelit bikinan terbesar Bumi sama dengan Stasiun Luar Angkasa Internasional.[201]

Perbandingan

Perbandingan baku Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars. Perbandingan asas Kepulauan Britania akan bulan Saturnus. Letak Bumi dalam pedoman logaritma dengan kiri ke kanan. 

Lihat pula

Penemuan dan penjelajahan Tata Surya Matahari Dunia Bumi terkenal

Catatan

^ Oleh Persatuan Astronomi Internasional, istilah terra hanya digunakan oleh menamai benda mayapada atas massa luas selain Bumi. Cf. Blue, Jennifer (2007-07-05). "Descriptor Terms (Feature Types)". Gazetteer of Planetary Nomenclature. USGS. Diakses tanggal 2007-07-05. ^ Semua penjumlahan ilmu perbintangan berbagai rupa, sadik sekuler dan tersusun. Jumlah yang dinyatakan yakni J2000.0 menerima perkiraan sekuler, yang memperkecil semua perkiraan sopan. ^ a b aphelion = a × (1 + e); perihelion = a × (1 – e), akan a ialah api-api semimayor dan e adalah eksentrisitas. Perbedaan sempang perihelion dan aphelion Bumi adalah 5 kilometer (sahih pada lima bilangan berguna). ^ Referensi mencantumkan bujur node menaik yakni −11.26064°, yang sepatutnya tentang 348.73936°, sehubungan kritik setiap haluan sama, ditambah 360°. ^ Referensi mencantumkan bujur perihelion, penjumlahan terhadap bujur node menaik dan argumen perihelion, yang besarnya 114.20783° + (−11.26064°) = 102.94719°. ^ Karena fluktuasi bersahaja, kemaknagandaan di jarak permadani es dan norma pemetaan agih datum vertikal yang mengirakan moral makbul jumkah cakupan kali dan daratan tidak signifikan. Berdasarkan data berasaskan Peta Vektor dan Global Landcover, kesopanan ekstrem cakupan perairan dan segara sama dengan 0,6% dan 1,0% bersandar-kan permukaan Bumi. Ladang es Antarktika dan Greenland dihitung seperti daratan, melainkan setengah adi batuan yang menghambat kedua wilayah tersebut terletak di ulang permukaan samudera. ^ Hari matahari lebih pendek sehubungan hari sideris akan pergerakan orbit Bumi mengelilingi Matahari melahirkan bertambahnya Ahad babak planet terhadap sama sumbunya. ^ Bervariasi jarak 5 dan 200 km. ^ Bervariasi kurun waktu 5 dan 70 km. ^ Termasuk Lempeng Somalia, yang saat ini kepalang dalam proses pengembangan berasaskan Lempeng Afrika. Lihat: Chorowicz, Jean (October 2005). "The East African rift system". Journal of African Earth Sciences. 43 (1–3): 379–410. Bibcode:2005JAfES..43..379C. doi:10.1016/j.jafrearsci.2005.07.019. ^ Ini sama dengan pengukuran yang dilakukan untuk kapal Kaikō tentang bulan Maret 1995 dan diyakini yaitu pengukuran sungguh sah hingga saat ini. Lihat Challenger Deep kepada penjelasan yang lebih rinci. ^ Luas total permukaan Bumi adalah 5,1×108 km2. To first approximation, the average depth would be the ratio of the two, or 2.7 km. ^ Aoki, tulang unggul bersandar-kan angka-angka ini, menerapkan istilah "detik dari UT1", seharusnya "detik dari waktu matahari rata-rata". – Seidelmann, S.; Kinoshita, H.; Guinot, B.; Kaplan, G. H.; McCarthy, D. D.; Seidelmann, P. K. (1982). "The new definition of universal time". Astronomy and Astrophysics. 105 (2): 359–361. Bibcode:1982A&A...105..359A. ^ Untuk Bumi, radius Bukit ialah RH=a(m3M)13\displaystyle R_H=a\left(\frac m3M\right)^\frac 13, bersandar-kan m adalah komposit Bumi, a yaitu Satuan Astronomi (AU), dan M massa Matahari. Jadi, radiusnya dalam AU sama dengan (13⋅332,946)13=0.01\displaystyle \left(\frac 13\cdot 332,946\right)^\frac 13=0.01. ^ Aphelion yaitu 103,4% akan tengah ke perihelion. Karena budi pekerti kuadrat terbalik, radiasi di perihelion merupakan lebih kurang 106,9% energi di aphelion.

Referensi

^ a b Standish, E. Myles; Williams, James C. "Orbital Ephemerides of the Sun, Moon, and Planets" (PDF). International Astronomical Union Commission 4: (Ephemerides). Diakses tanggal 2010-04-03. See table 8.10.2. Calculation based upon 1 AU = 149,597,870,700(3) m. ^ a b c d Staff (2007-08-07). "Useful Constants". International Earth Rotation and Reference Systems Service. Diakses tanggal 2008-09-23. ^ a b c d e f g h i j k l Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sempurna; tidak ditemukan bacaan kepada ref bernama earth_fact_sheet ^ Allen, Clabon Walter; Cox, Arthur N. (2000). Allen's Astrophysical Quantities. Springer. hlm. 294. ISBN 0-387-98746-0. Diakses tanggal 2011-03-13. ^ US Space Command (March 1, 2001). "Reentry Assessment – US Space Command Fact Sheet". SpaceRef Interactive. Diakses tanggal 2011-05-07. ^ Various (2000). David R. Lide, ed. Handbook of Chemistry and Physics (edisi ke-81st). CRC. ISBN 0-8493-0481-4. ^ "Selected Astronomical Constants, 2011". The Astronomical Almanac. Diakses tanggal 2011-02-25. ^ a b World Geodetic System (WGS-84). Available online from National Geospatial-Intelligence Agency. ^ Cazenave, Anny (1995). "Geoid, Topography and Distribution of Landforms". Dalam Ahrens, Thomas J. Global earth physics a handbook of physical constants (PDF). Washington, DC: American Geophysical Union. ISBN 0-87590-851-9. Diarsipkan dengan versi berlaku (PDF) tanggal 2006-10-16. Diakses tanggal 2008-08-03. ^ IERS Working Groups (2003). "General Definitions and Numerical Standards". Dalam McCarthy, Dennis D.; Petit, Gérard. IERS Technical Note No. 32. U.S. Naval Observatory and Bureau International des Poids et Mesures. Diakses tanggal 2008-08-03. ^ Humerfelt, Sigurd (October 26, 2010). "How WGS 84 defines Earth". Diakses tanggal 2011-04-29. ^ Keliling Bumi (hampir) sudah 40.000 km menurut p mengenai meter dikalibrasi berdasarkan ketepatannnya bakal pengukuran ini – lebih khusus, 1/10 kesejuta atas jarang rumpang kutub dan khatulistiwa. ^ a b Pidwirny, Michael (2006-02-02). "Surface area of our planet covered by oceans and continents.(Table 8o-1)". University of British Columbia, Okanagan. Diakses tanggal 2007-11-26. ^ a b c d Staff (2008-07-24). "World". The World Factbook. Central Intelligence Agency. Diakses tanggal 2008-08-05. ^ "Solar System Exploration: Earth: Facts & Figures". NASA. 13 Dec 2012. Diakses tanggal 2012-01-22. ^ Yoder, Charles F. (1995). T. J. Ahrens, ed. Global Earth Physics: A Handbook of Physical Constants. Washington: American Geophysical Union. hlm. 12. ISBN 0-87590-851-9. Diarsipkan berdasarkan versi sahih tanggal 2007-03-08. Diakses tanggal 2007-03-17. ^ Allen, Clabon Walter; Cox, Arthur N. (2000). Allen's Astrophysical Quantities. Springer. hlm. 296. ISBN 0-387-98746-0. Diakses tanggal 2010-08-17. ^ Arthur N. Cox, ed. (2000). Allen's Astrophysical Quantities (edisi ke-4th). New York: AIP Press. hlm. 244. ISBN 0-387-98746-0. Diakses tanggal 2010-08-17. ^ "World: Lowest Temperature". WMO Weather and Climate Extremes Archive. Arizona State University. Diakses tanggal 2010-08-07. ^ Kinver, Mark (December 10, 2009). "Global average temperature may hit record level in 2010". BBC Online. Diakses tanggal 2010-04-22. ^ "World: Highest Temperature". WMO Weather and Climate Extremes Archive. Arizona State University. Diakses tanggal 2010-08-07. ^ National Oceanic & Atmospheric Administration (NOAA) – Earth System Research Laboratory (ESRL), Trends in Carbon Dioxide. ^ Drinkwater, Mark; Kerr, Yann; Font, Jordi; Berger, Michael (February 2009). "Exploring the Water Cycle of the 'Blue Planet': The Soil Moisture and Ocean Salinity (SMOS) mission" (PDF). ESA Bulletin. European Space Agency (137): 6–15. A view of Earth, the 'Blue Planet'... When astronauts first went into the space, they looked back at our Earth for the first time, and called our home the 'Blue Planet'. ^ a b Lihat: Dalrymple, G.B. (1991). The Age of the Earth. California: Stanford University Press. ISBN 0-8047-1569-6. Newman, William L. (2007-07-09). "Age of the Earth". Publications Services, USGS. Diakses tanggal 2007-09-20. Dalrymple, G. Brent (2001). "The age of the Earth in the twentieth century: a problem (mostly) solved". Geological Society, London, Special Publications. 190 (1): 205–221. Bibcode:2001GSLSP.190..205D. doi:10.1144/GSL.SP.2001.190.01.14. Diakses tanggal 2007-09-20. Stassen, Chris (2005-09-10). "The Age of the Earth". TalkOrigins Archive. Diakses tanggal 2008-12-30. ^ Harrison, Roy M.; Hester, Ronald E. (2002). Causes and Environmental Implications of Increased UV-B Radiation. Royal Society of Chemistry. ISBN 0-85404-265-2. ^ "NOAA – Ocean". Noaa.gov. Diakses tanggal 2013-05-03. ^ Yoder, Charles F. (1995). T. J. Ahrens, ed. Global Earth Physics: A Handbook of Physical Constants. Washington: American Geophysical Union. hlm. 8. ISBN 0-87590-851-9. Diakses tanggal 2007-03-17. ^ May, Robert M. (1988). "How many species are there on earth?". Science. 241 (4872): 1441–1449. Bibcode:1988Sci...241.1441M. doi:10.1126/science.241.4872.1441. PMID 17790039. ^ United States Census Bureau (2 November 2011). "World POP Clock Projection". United States Census Bureau International Database. Diakses tanggal 2011-11-02. ^ Barnhart, Robert K. (1995). Originally. from a Semitic (Arabic/Hebrew) root: أرض| aarth-or, ארץ aerets (Hebrew) is the word for land, country and Earth. As per later Germanic roots, the Barnhart Concise Dictionary of Etymology, pages 228–229. HarperCollins. ISBN 0-06-270084-7 ^ Simek, Rudolf (2007) translated by Angela Hall. Dictionary of Northern Mythology, page 179. D.S. Brewer ISBN 0-85991-513-1 ^ Lihat interpretasi kata "bumi" di KBBI. ^ Stern, David P. (2001-11-25). "Planetary Magnetism". NASA. Diakses tanggal 2007-04-01. ^ Tackley, Paul J. (2000-06-16). "Mantle Convection and Plate Tectonics: Toward an Integrated Physical and Chemical Theory". Science. 288 (5473): 2002–2007. Bibcode:2000Sci...288.2002T. doi:10.1126/science.288.5473.2002. PMID 10856206. ^ Milbert, D. G.; Smith, D. A. "Converting GPS Height into NAVD88 Elevation with the GEOID96 Geoid Height Model". National Geodetic Survey, NOAA. Diakses tanggal 2007-03-07. ^ a b Sandwell, D. T.; Smith, W. H. F. (2006-07-07). "Exploring the Ocean Basins with Satellite Altimeter Data". NOAA/NGDC. Diakses tanggal 2007-04-21. ^ The 'Highest' Spot on Earth? NPR.org Consultado el 25-07-2010 ^ Mohr, P. J.; Taylor, B. N. (October 2000). "Unit of length (meter)". NIST Reference on Constants, Units, and Uncertainty. NIST Physics Laboratory. Diakses tanggal 2007-04-23. ^ Staff (November 2001). "WPA Tournament Table & Equipment Specifications". World Pool-Billiards Association. Diakses tanggal 2007-03-10. ^ Senne, Joseph H. (2000). "Did Edmund Hillary Climb the Wrong Mountain". Professional Surveyor. 20 (5): 16–21. ^ Sharp, David (2005-03-05). "Chimborazo and the old kilogram". The Lancet. 365 (9462): 831–832. doi:10.1016/S0140-6736(05)71021-7. PMID 15752514. ^ "Tall Tales about Highest Peaks". Australian Broadcasting Corporation. Diakses tanggal 2008-12-29. ^ Brown, Geoff C.; Mussett, Alan E. (1981). The Inaccessible Earth (edisi ke-2nd). Taylor & Francis. hlm. 166. ISBN 0-04-550028-2. Note: After Ronov and Yaroshevsky (1969). ^ Morgan, J. W.; Anders, E. (1980). "Chemical composition of Earth, Venus, and Mercury". Proceedings of the National Academy of Sciences. 77 (12): 6973–6977. Bibcode:1980PNAS...77.6973M. doi:10.1073/pnas.77.12.6973. PMC 350422 . PMID 16592930. ^  Satu atau lebih bagian sebelum ini menyertakan bacaan berasaskan suatu terbitan yang sekarang berkecukupan hendak ranah massa: Chisholm, Hugh, ed. (1911). "Petrology". Encyclopædia Britannica (edisi ke-11). Cambridge University Press. ^ Tanimoto, Toshiro (1995). Thomas J. Ahrens, ed. Crustal Structure of the Earth (PDF). Washington, DC: American Geophysical Union. ISBN 0-87590-851-9. Diarsipkan sehubungan versi tentu (PDF) tanggal 2006-10-16. Diakses tanggal 2007-02-03. ^ Kerr, Richard A. (2005-09-26). "Earth's Inner Core Is Running a Tad Faster Than the Rest of the Planet". Science. 309 (5739): 1313. doi:10.1126/science.309.5739.1313a. PMID 16123276. ^ Jordan, T. H. (1979). "Structural geology of the Earth's interior". Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America. 76 (9): 4192–4200. Bibcode:1979PNAS...76.4192J. doi:10.1073/pnas.76.9.4192. PMC 411539 . PMID 16592703. ^ Robertson, Eugene C. (2001-07-26). "The Interior of the Earth". USGS. Diakses tanggal 2007-03-24. ^ a b Turcotte, D. L.; Schubert, G. (2002). "4". Geodynamics (edisi ke-2). Cambridge, England, UK: Cambridge University Press. hlm. 136–137. ISBN 978-0-521-66624-4. ^ Sanders, Robert (2003-12-10). "Radioactive potassium may be major heat source in Earth's core". UC Berkeley News. Diakses tanggal 2007-02-28. ^ "When the Earth mantle finds its core". www.esrf.eu. ^ Alfè, D.; Gillan, M. J.; Vocadlo, L.; Brodholt, J.; Price, G. D. (2002). "The ab initio simulation of the Earth's core" (PDF). Philosophical Transactions of the Royal Society. 360 (1795): 1227–1244. Bibcode:2002RSPTA.360.1227A. doi:10.1098/rsta.2002.0992. Diakses tanggal 2007-02-28. ^ Vlaar, N (1994). "Cooling of the Earth in the Archaean: Consequences of pressure-release melting in a hotter mantle" (PDF). Earth and Planetary Science Letters. 121 (1–2): 1. Bibcode:1994E&PSL.121....1V. doi:10.1016/0012-821X(94)90028-0. ^ Turcotte, D. L.; Schubert, G. (2002). "4". Geodynamics (edisi ke-2). Cambridge, England, UK: Cambridge University Press. hlm. 137. ISBN 978-0-521-66624-4. ^ Pollack, Henry N.; Hurter, Suzanne J.; Johnson, Jeffrey R. (August 1993). "Heat flow from the Earth's interior: Analysis of the global data set". Reviews of Geophysics. 31 (3): 267–280. Bibcode:1993RvGeo..31..267P. doi:10.1029/93RG01249. ^ Richards, M. A.; Duncan, R. A.; Courtillot, V. E. (1989). "Flood Basalts and Hot-Spot Tracks: Plume Heads and Tails". Science. 246 (4926): 103–107. Bibcode:1989Sci...246..103R. doi:10.1126/science.246.4926.103. PMID 17837768. ^ Sclater, John G (1981). "Oceans and Continents: Similarities and Differences in the Mechanisms of Heat Loss". Journal of Geophysical Research. 86 (B12): 11535. Bibcode:1981JGR....8611535S. doi:10.1029/JB086iB12p11535. ^ Brown, W. K.; Wohletz, K. H. (2005). "SFT and the Earth's Tectonic Plates". Los Alamos National Laboratory. Diakses tanggal 2007-03-02. ^ Kious, W. J.; Tilling, R. I. (1999-05-05). "Understanding plate motions". USGS. Diakses tanggal 2007-03-02. ^ Seligman, Courtney (2008). "The Structure of the Terrestrial Planets". Online Astronomy eText Table of Contents. cseligman.com. Diakses tanggal 2008-02-28. ^ Duennebier, Fred (1999-08-12). "Pacific Plate Motion". University of Hawaii. Diakses tanggal 2007-03-14. ^ Mueller, R. D.; et al. (2007-03-07). "Age of the Ocean Floor Poster". NOAA. Diakses tanggal 2007-03-14. ^ Bowring, Samuel A.; Williams, Ian S. (1999). "Priscoan (4.00–4.03 Ga) orthogneisses from northwestern Canada". Contributions to Mineralogy and Petrology. 134 (1): 3. Bibcode:1999CoMP..134....3B. doi:10.1007/s004100050465. ^ Meschede, Martin; Barckhausen, Udo (2000-11-20). "Plate Tectonic Evolution of the Cocos-Nazca Spreading Center". Proceedings of the Ocean Drilling Program. Texas A&M University. Diakses tanggal 2007-04-02. ^ Staff. "GPS Time Series". NASA JPL. Diakses tanggal 2007-04-02. ^ "CIA – The World Factbook". Cia.gov. Diakses tanggal 2012-11-02. ^ Kring, David A. "Terrestrial Impact Cratering and Its Environmental Effects". Lunar and Planetary Laboratory. Diakses tanggal 2007-03-22. ^ Staff. "Layers of the Earth". Volcano World. Diakses tanggal 2007-03-11. ^ Jessey, David. "Weathering and Sedimentary Rocks". Cal Poly Pomona. Diakses tanggal 2007-03-20. ^ de Pater, Imke; Lissauer, Jack J. (2010). Planetary Sciences (edisi ke-2nd). Cambridge University Press. hlm. 154. ISBN 0-521-85371-0. ^ Wenk, Hans-Rudolf; Bulakh, Andreĭ Glebovich (2004). Minerals: their constitution and origin. Cambridge University Press. hlm. 359. ISBN 0-521-52958-1. ^ FAO Staff (1995). FAO Production Yearbook 1994 (edisi ke-Volume 48). Rome, Italy: Food and Agriculture Organization of the United Nations. ISBN 92-5-003844-5. ^ Sverdrup, H. U.; Fleming, Richard H. (1942-01-01). The oceans, their physics, chemistry, and general biology. Scripps Institution of Oceanography Archives. ISBN 0-13-630350-1. Diakses tanggal 2008-06-13. ^ Number of countries ^ "7,000 m Class Remotely Operated Vehicle KAIKO 7000". Japan Agency for Marine-Earth Science and Technology (JAMSTEC). Diakses tanggal 2008-06-07. ^ Charette, Matthew A.; Smith, Walter H. F. (June 2010). "The Volume of Earth's Ocean" (PDF). Oceanography. 23 (2): 112–114. doi:10.5670/oceanog.2010.51. Diakses tanggal 2013-06-06. ^ Shiklomanov, Igor A. (1999). "World Water Resources and their use Beginning of the 21st century Prepared in the Framework of IHP UNESCO". State Hydrological Institute, St. Petersburg. Diakses tanggal 2006-08-10. ^ Kennish, Michael J. (2001). Practical handbook of marine science. Marine science series (edisi ke-3rd). CRC Press. hlm. 35. ISBN 0-8493-2391-6. ^ Mullen, Leslie (2002-06-11). "Salt of the Early Earth". NASA Astrobiology Magazine. Diakses tanggal 2007-03-14. ^ Morris, Ron M. "Oceanic Processes". NASA Astrobiology Magazine. Diakses tanggal 2007-03-14. ^ Scott, Michon (2006-04-24). "Earth's Big heat Bucket". NASA Earth Observatory. Diakses tanggal 2007-03-14. ^ Sample, Sharron (2005-06-21). "Sea Surface Temperature". NASA. Diakses tanggal 2007-04-21. ^ Geerts, B.; Linacre, E. (November 1997). "The height of the tropopause". Resources in Atmospheric Sciences. University of Wyoming. Diakses tanggal 2006-08-10. ^ a b c Zimmer, Carl (3 October 2013). "Earth's Oxygen: A Mystery Easy to Take for Granted". New York Times. Diakses tanggal 3 October 2013. ^ a b Staff (2003-10-08). "Earth's Atmosphere". NASA. Diakses tanggal 2007-03-21. ^ Pidwirny, Michael (2006). "Fundamentals of Physical Geography (2nd Edition)". PhysicalGeography.net. Diakses tanggal 2007-03-19. ^ a b Moran, Joseph M. (2005). "Weather". World Book Online Reference Center. NASA/World Book, Inc. Diakses tanggal 2007-03-17. ^ a b Berger, Wolfgang H. (2002). "The Earth's Climate System". University of California, San Diego. Diakses tanggal 2007-03-24. ^ Rahmstorf, Stefan (2003). "The Thermohaline Ocean Circulation". Potsdam Institute for Climate Impact Research. Diakses tanggal 2007-04-21. ^ Various (1997-07-21). "The Hydrologic Cycle". University of Illinois. Diakses tanggal 2007-03-24. ^ Sadava, David E.; Heller, H. Craig; Orians, Gordon H. (2006). Life, the Science of Biology (edisi ke-8th). MacMillan. hlm. 1114. ISBN 0-7167-7671-5. ^ Staff. "Climate Zones". UK Department for Environment, Food and Rural Affairs. Diakses tanggal 2007-03-24. ^ Staff (2004). "Stratosphere and Weather; Discovery of the Stratosphere". Science Week. Diakses tanggal 2007-03-14. ^ de Córdoba, S. Sanz Fernández (2004-06-21). "Presentation of the Karman separation line, used as the boundary separating Aeronautics and Astronautics". Fédération Aéronautique Internationale. Diakses tanggal 2007-04-21. ^ Liu, S. C.; Donahue, T. M. (1974). "The Aeronomy of Hydrogen in the Atmosphere of the Earth". Journal of Atmospheric Sciences. 31 (4): 1118–1136. Bibcode:1974JAtS...31.1118L. doi:10.1175/1520-0469(1974)031<1118:TAOHIT>2.0.CO;2. ^ Catling, David C.; Zahnle, Kevin J.; McKay, Christopher P. (2001). "Biogenic Methane, Hydrogen Escape, and the Irreversible Oxidation of Early Earth". Science. 293 (5531): 839–843. Bibcode:2001Sci...293..839C. doi:10.1126/science.1061976. PMID 11486082. ^ Abedon, Stephen T. (1997-03-31). "History of Earth". Ohio State University. Diakses tanggal 2007-03-19. ^ Hunten, D. M.; Donahue, T. M (1976). "Hydrogen loss from the terrestrial planets". Annual review of earth and planetary sciences. 4 (1): 265–292. Bibcode:1976AREPS...4..265H. doi:10.1146/annurev.ea.04.050176.001405. ^ Lang, Kenneth R. (2003). The Cambridge guide to the solar system. Cambridge University Press. hlm. 92. ISBN 0-521-81306-9. ^ Fitzpatrick, Richard (2006-02-16). "MHD dynamo theory". NASA WMAP. Diakses tanggal 2007-02-27. ^ Campbell, Wallace Hall (2003). Introduction to Geomagnetic Fields. New York: Cambridge University Press. hlm. 57. ISBN 0-521-82206-8. ^ Stern, David P. (2005-07-08). "Exploration of the Earth's Magnetosphere". NASA. Diakses tanggal 2007-03-21. ^ McCarthy, Dennis D.; Hackman, Christine; Nelson, Robert A. (November 2008). "The Physical Basis of the Leap Second". The Astronomical Journal. 136 (5): 1906–1908. Bibcode:2008AJ....136.1906M. doi:10.1088/0004-6256/136/5/1906. ^ "Leap seconds". Time Service Department, USNO. Diakses tanggal 2008-09-23. ^ "Salinan arsip". Diarsipkan berdasarkan versi legal tanggal 2015-03-14. Diakses tanggal 2014-02-26. ^ Seidelmann, P. Kenneth (1992). Explanatory Supplement to the Astronomical Almanac. Mill Valley, CA: University Science Books. hlm. 48. ISBN 0-935702-68-7. ^ Staff. "IERS Excess of the duration of the day to 86400s ... since 1623". International Earth Rotation and Reference Systems Service (IERS). Diakses tanggal 2008-09-23.—Graph at end. ^ Staff. "IERS Variations in the duration of the day 1962–2005". International Earth Rotation and Reference Systems Service (IERS). Diarsipkan demi versi legal tanggal 2007-08-13. Diakses tanggal 2008-09-23. ^ Zeilik, M.; Gregory, S. A. (1998). Introductory Astronomy & Astrophysics (edisi ke-4th). Saunders College Publishing. hlm. 56. ISBN 0-03-006228-4. ^ a b Williams, David R. (2006-02-10). "Planetary Fact Sheets". NASA. Diakses tanggal 2008-09-28.—See the apparent diameters on the Sun and Moon pages. ^ Williams, David R. (16 Maret 2017). "Earth Fact Sheet". NASA/Goddard Space Flight Center. Diakses tanggal 26 Juli 2018. ^ Williams, David R. (2004-09-01). "Moon Fact Sheet". NASA. Diakses tanggal 2007-03-21. ^ Vázquez, M.; Rodríguez, P. Montañés; Palle, E. (2006). "The Earth as an Object of Astrophysical Interest in the Search for Extrasolar Planets" (PDF). Instituto de Astrofísica de Canarias. Diakses tanggal 2007-03-21. ^ Astrophysicist team (2005-12-01). "Earth's location in the Milky Way". NASA. Diakses tanggal 2008-06-11. ^ Bromberg, Irv (2008-05-01). "The Lengths of the Seasons (on Earth)". University of Toronto. Diakses tanggal 2008-11-08. ^ Lin, Haosheng (2006). "Animation of precession of moon orbit". Survey of Astronomy AST110-6. University of Hawaii at Manoa. Diakses tanggal 2010-09-10. ^ Fisher, Rick (1996-02-05). "Earth Rotation and Equatorial Coordinates". National Radio Astronomy Observatory. Diakses tanggal 2007-03-21. ^ Williams, Jack (2005-12-20). "Earth's tilt creates seasons". USAToday. Diakses tanggal 2007-03-17. ^ Staff (September 2003). "Astrobiology Roadmap". NASA, Lockheed Martin. Diakses tanggal 2007-03-10. ^ Dole, Stephen H. (1970). Habitable Planets for Man (edisi ke-2nd). American Elsevier Publishing Co. ISBN 0-444-00092-5. Diakses tanggal 2007-03-11. ^ Hillebrand, Helmut (2004). "On the Generality of the Latitudinal Gradient". American Naturalist. 163 (2): 192–211. doi:10.1086/381004. PMID 14970922. ^ Doolittle, W. Ford; Worm, Boris (February 2000). "Uprooting the tree of life" (PDF). Scientific American. 282 (6): 90–95. doi:10.1038/scientificamerican0200-90. PMID 10710791. ^ Berkner, L. V.; Marshall, L. C. (1965). "On the Origin and Rise of Oxygen Concentration in the Earth's Atmosphere". Journal of Atmospheric Sciences. 22 (3): 225–261. Bibcode:1965JAtS...22..225B. doi:10.1175/1520-0469(1965)022<0225:OTOARO>2.0.CO;2. ^ Burton, Kathleen (2002-11-29). "Astrobiologists Find Evidence of Early Life on Land". NASA. Diakses tanggal 2007-03-05. ^ Yoko Ohtomo, Takeshi Kakegawa, Akizumi Ishida, Toshiro Nagase, Minik T. Rosing (8 December 2013). "Evidence for biogenic graphite in early Archaean Isua metasedimentary rocks". Nature Geoscience. doi:10.1038/ngeo2025. Diakses tanggal 9 Dec 2013. ^ Borenstein, Seth (13 November 2013). "Oldest fossil found: Meet your microbial mom". AP News. Diakses tanggal 15 November 2013. ^ Noffke, Nora; Christian, Daniel; Wacey, David; Hazen, Robert M. (8 November 2013). "Microbially Induced Sedimentary Structures Recording an Ancient Ecosystem in the ca. 3.48 Billion-Year-Old Dresser Formation, Pilbara, Western Australia". Astrobiology (jurnal). doi:10.1089/ast.2013.1030. Diakses tanggal 15 November 2013. ^ Kirschvink, J. L. (1992). Schopf, J.W.; Klein, C. and Des Maris, D, ed. Late Proterozoic low-latitude global glaciation: the Snowball Earth. The Proterozoic Biosphere: A Multidisciplinary Study. Cambridge University Press. hlm. 51–52. ISBN 0-521-36615-1. ^ Raup, D. M.; Sepkoski Jr, J. J. (1982). "Mass Extinctions in the Marine Fossil Record". Science. 215 (4539): 1501–1503. Bibcode:1982Sci...215.1501R. doi:10.1126/science.215.4539.1501. PMID 17788674. ^ Gould, Stephan J. (October 1994). "The Evolution of Life on Earth". Scientific American. 271 (4): 84–91. doi:10.1038/scientificamerican1094-84. PMID 7939569. Diakses tanggal 2007-03-05. ^ Wilkinson, B. H.; McElroy, B. J. (2007). "The impact of humans on continental erosion and sedimentation". Bulletin of the Geological Society of America. 119 (1–2): 140–156. Bibcode:2007GSAB..119..140W. doi:10.1130/B25899.1. Diakses tanggal 2007-04-22. ^ Lambina, Eric F.; Meyfroidt, Patrick (March 1, 2011). "Global land use change, economic globalization, and the looming land scarcity" (PDF). Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America. National Academy of Sciences. 108 (9): 3465–3472. Bibcode:2011PNAS..108.3465L. doi:10.1073/pnas.1100480108. Diakses tanggal 2013-04-2013. See Table 1. ^ Staff (2006-11-24). "Mineral Genesis: How do minerals form?". Non-vertebrate Paleontology Laboratory, Texas Memorial Museum. Diakses tanggal 2007-04-01. ^ Rona, Peter A. (2003). "Resources of the Sea Floor". Science. 299 (5607): 673–674. doi:10.1126/science.1080679. PMID 12560541. Diakses tanggal 2007-02-04. ^ Turner, B. L., II (1990). The Earth As Transformed by Human Action: Global And Regional Changes in the Biosphere Over the Past 300 Years. CUP Archive. hlm. 164. ISBN 0521363578. ^ Walsh, Patrick J. (1997-05-16). Sharon L. Smith, Lora E. Fleming, ed. Oceans and human health: risks and remedies from the seas. Academic Press, 2008. hlm. 212. ISBN 0-12-372584-4. ^ Staff (2007-02-02). "Evidence is now 'unequivocal' that humans are causing global warming – UN report". United Nations. Diarsipkan berkat versi sempurna tanggal 21 December 2008. Diakses tanggal 2007-03-07. ^ World, National Geographic – Xpeditions Atlas. 2006. Washington, DC: National Geographic Society. ^ "Various '7 billionth' babies celebrated worldwide". Diakses tanggal 2011-10-31. ^ Staff. "World Population Prospects: The 2006 Revision". United Nations. Diarsipkan akan versi sudah tanggal 5 September 2009. Diakses tanggal 2007-03-07. ^ Staff (2007). "Human Population: Fundamentals of Growth: Growth". Population Reference Bureau. Diakses tanggal 2007-03-31. ^ Peel, M. C.; Finlayson, B. L.; McMahon, T. A. (2007). "Updated world map of the Köppen-Geiger climate classification". Hydrology and Earth System Sciences Discussions. 4 (2): 439–473. doi:10.5194/hessd-4-439-2007. Diakses tanggal 2007-03-31. ^ Staff. "Themes & Issues". Secretariat of the Convention on Biological Diversity. Diakses tanggal 2007-03-29. ^ Staff (2006-08-15). "Canadian Forces Station (CFS) Alert". Information Management Group. Diakses tanggal 2007-03-31. ^ Kennedy, Paul (1989). The Rise and Fall of the Great Powers (edisi ke-1st). Vintage. ISBN 0-679-72019-7. ^ "U.N. Charter Index". United Nations. Diarsipkan tentang versi makbul tanggal 20 February 2009. Diakses tanggal 2008-12-23. ^ Staff. "International Law". United Nations. Diarsipkan sehubungan versi autentik tanggal 31 December 2009. Diakses tanggal 2007-03-27. ^ Kuhn, Betsy (2006). The race for space: the United States and the Soviet Union compete for the new frontier. Twenty-First Century Books. hlm. 34. ISBN 0-8225-5984-6. ^ Ellis, Lee (2004). Who's who of NASA Astronauts. Americana Group Publishing. ISBN 0-9667961-4-4. ^ Shayler, David; Vis, Bert (2005). Russia's Cosmonauts: Inside the Yuri Gagarin Training Center. Birkhäuser. ISBN 0-387-21894-7. ^ Wade, Mark (2008-06-30). "Astronaut Statistics". Encyclopedia Astronautica. Diakses tanggal 2008-12-23. ^ "Reference Guide to the International Space Station". NASA. 2007-01-16. Diakses tanggal 2008-12-23. ^ Cramb, Auslan (2007-10-28). "Nasa's Discovery extends space station". Telegraph. Diakses tanggal 2009-03-23. ^ Liungman, Carl G. (2004). "Group 29: Multi-axes symmetric, both soft and straight-lined, closed signs with crossing lines". Symbols – Encyclopedia of Western Signs and Ideograms. New York: Ionfox AB. hlm. 281–282. ISBN 91-972705-0-4. ^ Arnett, Bill (July 16, 2006). "Earth". The Nine Planets, A Multimedia Tour of the Solar System: one star, eight planets, and more. Diakses tanggal 2010-03-09. ^ Dutch, S. I. (2002). "Religion as belief versus religion as fact" (PDF). Journal of Geoscience Education. 50 (2): 137–144. Diakses tanggal 2008-04-28. ^ Edis, Taner (2003). A World Designed by God: Science and Creationism in Contemporary Islam (PDF). Amherst: Prometheus. ISBN 1-59102-064-6. Diakses tanggal 2008-04-28. ^ Ross, M. R. (2005). "Who Believes What? Clearing up Confusion over Intelligent Design and Young-Earth Creationism" (PDF). Journal of Geoscience Education. 53 (3): 319. Diakses tanggal 2008-04-28. ^ Pennock, R. T. (2003). "Creationism and intelligent design". Annual Review of Genomics Human Genetics. 4 (1): 143–63. doi:10.1146/annurev.genom.4.070802.110400. PMID 14527300. ^ National Academy of Sciences, Institute of Medicine (2008). Science, Evolution, and Creationism. Washington, D.C: National Academies Press. ISBN 0-309-10586-2. Diakses tanggal 2011-03-13. ^ Colburn,, A.; Henriques, Laura (2006). "Clergy views on evolution, creationism, science, and religion". Journal of Research in Science Teaching. 43 (4): 419–442. Bibcode:2006JRScT..43..419C. doi:10.1002/tea.20109. ^ Frye, Roland Mushat (1983). Is God a Creationist? The Religious Case Against Creation-Science. Scribner's. ISBN 0-684-17993-8. ^ Gould, S. J. (1997). "Nonoverlapping magisteria" (PDF). Natural History. 106 (2): 16–22. Diakses tanggal 2008-04-28. ^ Russell, Jeffrey B. "The Myth of the Flat Earth". American Scientific Affiliation. Diakses tanggal 2007-03-14.; but see also Cosmas Indicopleustes. ^ Jacobs, James Q. (1998-02-01). "Archaeogeodesy, a Key to Prehistory". Diakses tanggal 2007-04-21. ^ Bowring, S.; Housh, T. (1995). "The Earth's early evolution". Science. 269 (5230): 1535–40. Bibcode:1995Sci...269.1535B. doi:10.1126/science.7667634. PMID 7667634. ^ Yin, Qingzhu; Jacobsen, S. B.; Yamashita, K.; Blichert-Toft, J.; Télouk, P.; Albarède, F. (2002). "A short timescale for terrestrial planet formation from Hf-W chronometry of meteorites". Nature. 418 (6901): 949–952. Bibcode:2002Natur.418..949Y. doi:10.1038/nature00995. PMID 12198540. ^ Kleine, Thorsten; Palme, Herbert; Mezger, Klaus; Halliday, Alex N. (2005-11-24). "Hf-W Chronometry of Lunar Metals and the Age and Early Differentiation of the Moon". Science. 310 (5754): 1671–1674. Bibcode:2005Sci...310.1671K. doi:10.1126/science.1118842. PMID 16308422. ^ Reilly, Michael (October 22, 2009). "Controversial Moon Origin Theory Rewrites History". Diakses tanggal 2010-01-30. ^ Canup, R. M.; Asphaug, E. (Fall Meeting 2001). "An impact origin of the Earth-Moon system". Abstract #U51A-02. American Geophysical Union. Bibcode:2001AGUFM.U51A..02C. ^ Canup, R.; Asphaug, E. (2001). "Origin of the Moon in a giant impact near the end of the Earth's formation". Nature. 412 (6848): 708–712. Bibcode:2001Natur.412..708C. doi:10.1038/35089010. PMID 11507633. ^ Morbidelli, A.; et al. (2000). "Source regions and time scales for the delivery of water to Earth". Meteoritics & Planetary Science. 35 (6): 1309–1320. Bibcode:2000M&PS...35.1309M. doi:10.1111/j.1945-5100.2000.tb01518.x. ^ Guinan, E. F.; Ribas, I. "Our Changing Sun: The Role of Solar Nuclear Evolution and Magnetic Activity on Earth's Atmosphere and Climate". Dalam Benjamin Montesinos, Alvaro Gimenez and Edward F. Guinan. ASP Conference Proceedings: The Evolving Sun and its Influence on Planetary Environments. San Francisco: Astronomical Society of the Pacific. Bibcode:2002ASPC..269...85G. ISBN 1-58381-109-5. ^ Staff (March 4, 2010). "Oldest measurement of Earth's magnetic field reveals battle between Sun and Earth for our atmosphere". Physorg.news. Diakses tanggal 2010-03-27. ^ Rogers, John James William; Santosh, M. (2004). Continents and Supercontinents. Oxford University Press US. hlm. 48. ISBN 0-19-516589-6. ^ Hurley, P. M.; Rand, J. R. (1969). "Pre-drift continental nuclei". Science. 164 (3885): 1229–1242. Bibcode:1969Sci...164.1229H. doi:10.1126/science.164.3885.1229. PMID 17772560. ^ De Smet, J.; Van Den Berg, A.P.; Vlaar, N.J. (2000). "Early formation and long-term stability of continents resulting from decompression melting in a convecting mantle". Tectonophysics. 322 (1–2): 19. Bibcode:2000Tectp.322...19D. doi:10.1016/S0040-1951(00)00055-X. ^ Armstrong, R. L. (1968). "A model for the evolution of strontium and lead isotopes in a dynamic earth". Reviews of Geophysics. 6 (2): 175–199. Bibcode:1968RvGSP...6..175A. doi:10.1029/RG006i002p00175. ^ Harrison, T.; et al. (December 2005). "Heterogeneous Hadean hafnium: evidence of continental crust at 4.4 to 4.5 ga". Science. 310 (5756): 1947–50. Bibcode:2005Sci...310.1947H. doi:10.1126/science.1117926. PMID 16293721. ^ Hong, D.; Zhang, Jisheng; Wang, Tao; Wang, Shiguang; Xie, Xilin (2004). "Continental crustal growth and the supercontinental cycle: evidence from the Central Asian Orogenic Belt". Journal of Asian Earth Sciences. 23 (5): 799. Bibcode:2004JAESc..23..799H. doi:10.1016/S1367-9120(03)00134-2. ^ Armstrong, R. L. (1991). "The persistent myth of crustal growth". Australian Journal of Earth Sciences. 38 (5): 613–630. Bibcode:1991AuJES..38..613A. doi:10.1080/08120099108727995. ^ Murphy, J. B.; Nance, R. D. (1965). "How do supercontinents assemble?". American Scientist. 92 (4): 324–33. doi:10.1511/2004.4.324. Diakses tanggal 2007-03-05. ^ Staff. "Paleoclimatology – The Study of Ancient Climates". Page Paleontology Science Center. Diakses tanggal 2007-03-02. ^ a b c Britt, Robert (2000-02-25). "Freeze, Fry or Dry: How Long Has the Earth Got?". ^ a b Carrington, Damian (2000-02-21). "Date set for desert Earth". BBC News. Diakses tanggal 2007-03-31. ^ a b Li, King-Fai; Pahlevan, Kaveh; Kirschvink, Joseph L.; Yung, Yuk L. (2009). "Atmospheric pressure as a natural climate regulator for a terrestrial planet with a biosphere" (PDF). Proceedings of the National Academy of Sciences. 106 (24): 9576–9579. Bibcode:2009PNAS..106.9576L. doi:10.1073/pnas.0809436106. PMC 2701016 . PMID 19487662. Diakses tanggal 2009-07-19. ^ a b c Sackmann, I.-J.; Boothroyd, A. I.; Kraemer, K. E. (1993). "Our Sun. III. Present and Future". Astrophysical Journal. 418: 457–468. Bibcode:1993ApJ...418..457S. doi:10.1086/173407. ^ Kasting, J.F. (1988). "Runaway and Moist Greenhouse Atmospheres and the Evolution of Earth and Venus". Icarus. 74 (3): 472–494. Bibcode:1988Icar...74..472K. doi:10.1016/0019-1035(88)90116-9. PMID 11538226. ^ a b Ward, Peter D.; Brownlee, Donald (2002). The Life and Death of Planet Earth: How the New Science of Astrobiology Charts the Ultimate Fate of Our World. New York: Times Books, Henry Holt and Company. ISBN 0-8050-6781-7. ^ Bounama, Christine; Franck, S.; Von Bloh, W. (2001). "The fate of Earth's ocean" (PDF). Hydrology and Earth System Sciences. Germany: Potsdam Institute for Climate Impact Research. 5 (4): 569–575. Bibcode:2001HESS....5..569B. doi:10.5194/hess-5-569-2001. Diakses tanggal 2009-07-03. ^ a b Schröder, K.-P.; Connon Smith, Robert (2008). "Distant future of the Sun and Earth revisited". Monthly Notices of the Royal Astronomical Society. 386 (1): 155. arXiv:0801.4031 . Bibcode:2008MNRAS.386..155S. doi:10.1111/j.1365-2966.2008.13022.x.See also Palmer, Jason (2008-02-22). "Hope dims that Earth will survive Sun's death". NewScientist.com news service. Diakses tanggal 2008-03-24. ^ Espenak, F.; Meeus, J. (2007-02-07). "Secular acceleration of the Moon". NASA. Diarsipkan tentang versi lulus tanggal 2012-12-05. Diakses tanggal 2007-04-20. ^ Poropudas, Hannu K. J. (1991-12-16). "Using Coral as a Clock". Skeptic Tank. Diakses tanggal 2007-04-20. ^ Laskar, J.; et al. (2004). "A long-term numerical solution for the insolation quantities of the Earth". Astronomy and Astrophysics. 428 (1): 261–285. Bibcode:2004A&A...428..261L. doi:10.1051/0004-6361:20041335. ^ Murray, N.; Holman, M. (2001). "The role of chaotic resonances in the solar system". Nature. 410 (6830): 773–779. arXiv:astro-ph/0111602 . doi:10.1038/35071000. PMID 11298438. ^ Canup, R.; Asphaug, E. (2001). "Origin of the Moon in a giant impact near the end of the Earth's formation". Nature. 412 (6848): 708–712. Bibcode:2001Natur.412..708C. doi:10.1038/35089010. PMID 11507633. ^ Whitehouse, David (2002-10-21). "Earth's little brother found". BBC News. Diakses tanggal 2007-03-31. ^ Christou, Apostolos A.; Asher, David J. (March 31, 2011). "A long-lived horseshoe companion to the Earth". arΧiv:1104.0036 [astro-ph.EP].  See table 2, p. 5. ^ Connors, Martin; Wiegert, Paul; Veillet, Christian (July 27, 2011). "Earth's Trojan asteroid". Nature. 475 (7357): 481–483. Bibcode:2011Natur.475..481C. doi:10.1038/nature10233. PMID 21796207. Diakses tanggal 2011-07-27. ^ a b Choi, Charles Q. (July 27, 2011). "First Asteroid Companion of Earth Discovered at Last". Space.com. Diakses tanggal 2011-07-27. ^ "UCS Satellite Database". Nuclear Weapons & Global Security. Union of Concerned Scientists. January 31, 2011. Diakses tanggal 2011-05-12.

Bacaan lanjutan

Comins, Neil F. (2001). Discovering the Essential Universe (edisi ke-2nd). W. H. Freeman. Bibcode:2003deu..book.....C. ISBN 0-7167-5804-0.

Pranala terpisah

Earth – Profile – Solar System Exploration – NASA. Earth – Temperature and Precipitation Extremes – NCDC. Earth – Climate Changes Cause Shape to Change – NASA. Earth – Geomagnetism Program – USGS. Earth – Astronaut Photography Gateway – NASA. Earth – Observatory – NASA. Earth – Audio (29:28) – Cain/Gay – Astronomy Cast (2007). Earth – Videos – International Space Station: Video (01:02) – Earth (Time-Lapse). Video (00:27) – Earth and Aurora (Time-Lapse).Artikel terkaitlbsTata Surya Matahari Merkurius Venus Bumi Mars Ceres Jupiter Saturnus Uranus Neptunus Pluto Haumea Makemake Eris Planet Kebumian Merkurius Venus Bumi Mars Raksasa Jupiter Saturnus Uranus Neptunus Katai Ceres Pluto Haumea Makemake ErisCincin Jupiter Saturnus (Rhean) Uranus Neptunian Haumea Chariklo ChironSatelit bersahaja Bumi Bulan Satelit Bumi lainnya Mars Fobos Deimos Jupiter Ganimede Kalisto Io Europa 79 satelit Saturnus Titan Rhea Iapetus Dione Tethys Enceladus Mimas Hyperion Phoebe 82 satelit Uranus Titania Oberon Umbriel Ariel Miranda 27 satelit Neptunus Triton Proteus Nereid 14 satelit Pluto Charon Nix Hydra Kerberos Styx Eris Dysnomia Haumea Hiʻiaka Namaka Makemake S/2015 (136472) 1Penjelajahan (Garis adi) Kolonisasi Penemuan ilmu falak teladan historis ban waktu Misi sawangan berawak stasiun ka-gok cakrawala pesta Prob dirgantara lajur waktu tertib Merkurius Venus Bulan penambangan Mars Ceres Asteroid penambangan Komet Jupiter Saturnus Uranus Neptunus Pluto Antariksa dalamObjek khayali Raksasa kelima Nemesis Phaeton Planet Kesembilan Planet V Planet X Subsatelit Theia Tyche Vulcan VulcanoidDaftar Komet Planet katai (yang kiranya) Objek membulat secara gravitasi Planet minor Satelit wajar Model Tata Surya Objek Tata Surya menerima asas mengikuti waktu penemuan Benda kicik Tata Surya Komet Damokloid Meteoroid Planet minor Nama dan juntrungan bulan Planetisimal Pelintas Merkurius Pelintas Venus Troya Venus Objek mesra Bumi Pelintas Bumi Troya Bumi Pelintas Mars Troya Mars Sabuk asteroid Asteroid Ceres Pallas Juno Vesta berkelakuan 1.000 tinggi kerabat abnormal Celah Kirkwood Pelintas Jupiter Troya Jupiter Centaur Pelintas Saturnus Pelintas Uranus Troya Uranus Pelintas Neptunus Troya Neptunus Objek cis-Neptunus Objek trans-Neptunus Sabuk Kuiper Cubewano Plutino Objek terlepaskan Awan Hills Awan Oort SednoidPembentukan dan evolusi Akresi Piringan akresi Piringan ekskresi Piringan lingkar planet Piringan lingkar bintang Sungkup lingkar bintang Coatlicue Debu kosmik Piringan unsur Planet sinting EXCEDE Debu ganjil astrologi Material jauh lingkungan Kurasi sampel kikuk tempat Hipotesis tubrukan unggul Keruntuhan gravitasi Awan abu antarplanet Medium antarplanet Ruang antarplanet Awan antarbintang Debu antarbintang Medium antarbintang Daftar bagian antarbintang dan lingkar bintang Bintang yang menyatu Awan faktor Hipotesis nebula Migrasi planet Sistem keplanetan Pembentukan planet Piringan protoplanet Cincin planet Tumpukan puing Misi pengembalian sampel Piringan nyaman Pembentukan bintang Garis julung Tata Surya Portal Tata Surya Portal Astronomi Portal Ilmu buana

Tata Surya → Awan Antarbintang Lokal → Gelembung Lokal → Sabuk Gould → Lengan Orion → Bima Sakti → Subgrup Bima Sakti → Grup Lokal → Lembaran Lokal → Supergugus Virgo → Supergugus Laniakea → Alam rat teramati → Alam semestaSetiap panah (→) bisa berarti "di dalam" atau "bagian dari".

lbsBumiSejarah Usia Bumi Sejarah evolusi aktivitas Paradoks Matahari rai yang redup Pembentukan dan evolusi Tata Surya Masa haluan Bumi Hipotesis Gaia Skala waktu geologi Sejarah geologi Bumi Sejarah Bumi Garis waktu evolusiGeografidan geologi Teorema Clairaut Benua Gempa zona Tonjolan khatulistiwa Lokasi ekstrem Geologi planet aneh Matahari Geofisika Tektonika lempeng Struktur Bumi Zona waktuEkologi Hari Bumi Bentang alam arwah Filosofi Gaia Pemanasan global Antropogen Millennium Ecosystem AssessmentPemetaan Bhuvan Bing Maps Peta tempat Google Earth Google Maps NASA World Wind Nokia Here OpenStreetMap WikiMapia Remote sensing Yahoo! MapsSeni, budayadan sipil Bumi dalam rasam Bumi dalam fiksi Etimologi kata "Bumi" Bumi datar dan Bumi bulat Sejarah dunia Hukum internasional Seni lanskap Daftar loka Ekonomi duniaKerohaniandan teleologi Mitos penciptaan Kreasionisme Ibu Bumi Gaia (Yunani Kuno) Gaia Zaman Baru Logo Keplanetan (Teosofi) Tellus Mater (Romawi Kuno)Lainnya Biosfer Cahaya langit Bayangan negeri Planet bau Orbit Bumi Ekliptika Gravitasi Medan magnet Bulan Awan Kordylewski Tata surya Letak Bumi di akhirat akhirat zona Kategori Portal Ilmu Bumi Portal Tata Surya lbsLokasi buana di akhirat akhirat buanaTermasukBumi → Tata Surya → Awan Antarbintang Lokal → Gelembung Lokal → Sabuk Gould → Lengan Orion → Bima Sakti → Subgrup Bima Sakti → Grup Lokal → Lembaran Lokal → Supergugus Virgo → Supergugus Laniakea → Alam loka teramati → Alam semestaSetiap panah (→) bisa signifikan "di dalam" atau "bagian dari".Terkait Cosmic View (buku 1957) To the Moon and Beyond (film 1964) Cosmic Zoom (1968 film) Powers of Ten (film 1968 dan 1977) Cosmic Voyage (dokumenter 1996) Cosmic Eye (2012) Sejarah jalur alam daerah Lokasi Bumi Urutan magnitudo Portal astronomi Pengawasan otoritas BNF: cb11975911n (butir-butir) GND: 1135962553 LCCN: sh85040427 NARA: 10637787 NDL: 00573040 NKC: ph117167 VIAF: 6270149919445006650001 WorldCat Identities (via VIAF): 6270149919445006650001

Diperoleh menurut p mengenai "https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bumi&oldid=18104920"

RealFeel® Dan Mengetahui Suhu Dingin Yang Pasti | Blog Kemaren Siang

Suhu Saat Ini : RealFeel®, Mengetahui, Dingin, Pasti, Kemaren, Siang

Suhu Di Ciwidey Sekarang Sangat Dingin, Inilah Penyebabnya

Suhu Saat Ini : Ciwidey, Sekarang, Sangat, Dingin,, Inilah, Penyebabnya

Vira Pensieve: Handphone Vs Suhu Dingin

Suhu Saat Ini : Pensieve:, Handphone, Dingin

Info GRESIK On Twitter: "Entah Ini Aplikasi Weather Mimin Yang Error Atau Emang Suhu Di Gresik Panas Banget. Suhu Saat Ini Dikisaran 35°C Http://t.co/iGNSBMGXLP"

Suhu Saat Ini : GRESIK, Twitter:,

Uwak Image By Rizky Lubis

Suhu Saat Ini : Image, Rizky, Lubis

Cuaca Bone Cerah Hari Ini, Suhu 32 Derajat Celcius - Tribun Timur

Suhu Saat Ini : Cuaca, Cerah, Derajat, Celcius, Tribun, Timur

Suhu #dingin #tangerang 060718 Dampak Aphelion | Awan, Penekanan

Suhu Saat Ini : #dingin, #tangerang, 060718, Dampak, Aphelion, Awan,, Penekanan

BANDUNG ᮘᮔ᮪ᮓᮥᮀ On Twitter: "#cuacaBDG 11.07 : Suhu Udara Kota Bandung Saat Ini… "

Suhu Saat Ini : BANDUNG, ᮘᮔ᮪ᮓᮥᮀ, Twitter:,

Kota Malang Alami Hari Tanpa Hujan 138 Hari | MalangTIMES

Suhu Saat Ini : Malang, Alami, Tanpa, Hujan, MalangTIMES

Suhu Dingin Di Indonesia: Penyebab, Wilayah Yang Mengalami, Dan Tips Kesehatan Halaman All - Kompas.com

Suhu Saat Ini : Dingin, Indonesia:, Penyebab,, Wilayah, Mengalami,, Kesehatan, Halaman, Kompas.com

Infobdg - Suhu Udara Di Bandung Saat Ini Terpantau 19... | Facebook

Suhu Saat Ini : Infobdg, Udara, Bandung, Terpantau, 19..., Facebook